Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, BKK Kelas I Semarang Gelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026

SEMARANG – Menjawab tantangan era keterbukaan informasi dan komitmen pelayanan prima, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang sukses menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Lintas Sektor Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung metode Focus Group Discussion (FGD) ini berlangsung secara tatap muka di Aula BKK Kelas I Semarang, Jl. WR Supratman No. 6, Gisikdrono, Semarang.
Merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2017, FKP ini menjadi ruang dialog dua arah yang partisipatif antara pihak BKK Semarang selaku penyelenggara layanan dengan masyarakat, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai pengguna jasa. Langkah strategis ini bertujuan menyelaraskan kemampuan instansi dengan harapan publik demi mewujudkan sistem pelayanan publik yang adil, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi Multisektor Demi Layanan Bandara yang Prima
Acara FKP ini dihadiri oleh 48 peserta dari berbagai unsur terkait. Kehadiran para mitra kerja di wilayah kerja Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani (JAY) Semarang menunjukkan kuatnya sinergi antar instansi. Beberapa perwakilan yang hadir dan turut menandatangani komitmen bersama antara lain:
• PT. Angkasa Pura Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang
• PT. Integrasi Aviasi Solusi (IAS)
• PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Sebarang
• AOC Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang
• Lion Group Semarang
• NAM Air Semarang
• PT. Citilink Indonesia
• PT. Air Asia Berhad
• PT. Gapura Angkasa
• Kokapura
• PT. Pratitha Titian Nusantara Semarang
• PT. Global Angkasa Semarang
• PT. Delta Aero Support
• Media Massa (iNews)

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BKK, dilanjutkan pembacaan doa dan sambutan Kepala BKK Kelas I Semarang. Dalam sambutannya, Kepala BKK Kelas I Semarang, Sulistyono, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa seluruh jajaran BKK Kelas I Semarang berkomitmen menjadi petugas yang berintegritas. “Forum ini adalah wadah bagi masyarakat untuk mengusulkan, memberikan masukan, dan memberikan kritik yang membangun agar pelayanan tupoksi BKK tidak mengalami kendala dan tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh General Manager PT. Angkasa Pura Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto yang mengapresiasi inisiatif BKK Semarang dalam menyelenggarakan FKP Lintas Sektor ini secara rutin demi kepuasan pengguna jasa bandara.

Edukasi Publik: Integritas Anti-Korupsi dan Kewaspadaan Virus Nipah
Tidak hanya fokus pada evaluasi administrasi, FKP Tahun 2026 ini juga diisi dengan dua sesi sosialisasi krusial sebagai bentuk edukasi publik:
1. Sosialisasi Anti-Korupsi: BKK Semarang menayangkan video edukasi khusus sebagai langkah preventif untuk mencegah tindak pidana korupsi, mengubah pola pikir pelayan publik, serta memastikan seluruh proses layanan bebas dari pungutan liar (pungli).
2. Sosialisasi Kewaspadaan Virus Nipah: Disampaikan langsung oleh Kepala BKK Semarang, materi ini membedah karakteristik Virus Nipah yang bersumber dari kelelawar buah. Mengingat fatalitasnya yang tinggi (mencapai 40-75%) dan belum adanya vaksin formal, sosialisasi ini menjadi langkah kesiapsiagaan darurat kesehatan yang sangat penting bagi komunitas bandara.

Bedah Masalah dan Solusi Nyata: Fokus pada Standar Layanan Surat Izin Angkut Jenazah
Inti dari pelaksanaan FKP ini adalah pemaparan Standar Pelayanan di Wilayah Kerja Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang oleh dr. Sri Sunaryanti, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipimpin oleh Heru Prasetyo, SKM, MPH.

BKK Kelas I Semarang sebenarnya telah memiliki dokumen standar pelayanan yang memuat 11 jenis layanan resmi. Namun, berdasarkan dinamika lapangan, ditemukan satu kebutuhan mendesak yang belum masuk ke dalam regulasi formal tersebut, yaitu Standar Pelayanan Surat Izin Angkut Jenazah/Abu/Kerangka.

Dokumen ini sangat vital untuk memastikan pemindahan jenazah melalui jalur udara aman dari risiko penyakit menular. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2025 saja, BKK Semarang Wilker Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang telah menerbitkan sebanyak 117 dokumen izin tersebut. Tanpa adanya standar pelayanan yang tertulis dan transparan, dikhawatirkan dapat memicu kebingungan masyarakat serta membuka celah maladministrasi.

Melalui diskusi yang dinamis, forum berhasil menyepakati Rencana Aksi berikut:
• Identifikasi Masalah: Belum tersedianya dokumen standar pelayanan tertulis untuk Surat Izin Angkut Jenazah/Abu/Kerangka.
• Usulan Rekomendasi Perbaikan: Penyusunan rancangan standar pelayanan baru beserta penetapan regulasi resminya.
• Jangka Waktu Penyelesaian: Disepakati target penyelesaian dalam kurun waktu 3 bulan sejak forum dilaksanakan.

Sesi Tanya Jawab: Antisipasi Keadaan Darurat 24 Jam
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan krusial dari maskapai. Perwakilan PT Garuda Indonesia, Rivassa Rakaditya, mempertanyakan kesiapan pelayanan BKK jika terjadi kondisi darurat kesehatan atau permintaan on-board di luar jam operasional reguler bandara.
Menanggapi hal tersebut, dr. Sri Sunaryanti menjelaskan bahwa jam layanan BKK Semarang di bandara saat ini dibagi menjadi 2 shift (Shift 1: 05.30 – 13.30 WIB dan Shift 2: 11.00 – 19.00 WIB). Meskipun belum bisa sepenuhnya menyesuaikan dengan jam operasional penuh kargo, petugas BKK tetap membuka sistem on-call. Jika terdapat jadwal penerbangan darurat atau mendesak di luar jam kerja, pengguna jasa dapat langsung menghubungi petugas piket BKK Semarang.
Pihak Angkasa Pura juga menegaskan siap mendukung fasilitas ambulans dan area transit kargo khusus jenazah agar privasi dan aspek higienitas tetap terjaga dengan baik.

Komitmen Bersama Menuju Pelayanan Berkelanjutan
Kegiatan FKP ini ditutup dengan agenda penting berupa Penandatanganan Berita Acara Komitmen Bersama. Seluruh hasil keputusan, masukan, dan solusi dari forum ini akan disampaikan secara terbuka. Sebagai bentuk akuntabilitas, tindak lanjut dari rencana aksi ini akan dipantau langsung oleh masyarakat, dievaluasi melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), serta dilaporkan secara berkala kepada Kementerian PANRB selaku Pembina Pelayanan Publik Nasional.
BKK Kelas I Semarang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra lintas sektor atas kontribusi aktifnya. Sinergi yang kuat ini adalah modal utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan kekarantinaan yang cepat, mudah, terjangkau, dan terukur di pintu gerbang udara Jawa Tengah.



Penulis: Halena Isrumanti D., SKM., M.Kes (Epid)

You may also like...