Wujudkan Pelayanan Prima, BKK Kelas I Semarang Raih Nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP) Sempurna “A” dalam Penilaian Mandiri PEKPPP 2026
SEMARANG – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang terus membuktikan komitmen nyata dalam menghadirkan keterbukaan, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri yang dilaksanakan pada 25 Juni 2026, BKK Kelas I Semarang berhasil memperoleh nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebesar 4,58. Raihan ini menempatkan BKK Kelas I Semarang masuk dalam Kategori A dengan predikat “Pelayanan Prima”.
PEKPPP merupakan instrumen strategis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk memantau, mengukur, dan mengevaluasi kinerja unit pelayanan pemerintah. Langkah evaluasi ini dirancang agar setiap instansi mampu menyajikan layanan yang lebih cepat, transparan, serta berorientasi penuh pada kebutuhan riil masyarakat. PEKPPP bukan sekadar proses yang mengukur kepatuhan terhadap standar layanan, melainkan upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. PEKPPP berfungsi untuk mengukur kehadiran pemerintahan dan manfaatnya yang dirasakan masyarakat. Sebagaimana arahan Menteri PANRB untuk mewujudkan human-centered public services, yakni layanan pemerintah yang responsif, inklusif dan berorientasi pada kebutuhan Masyarakat.
Detail Capaian Nilai Berdasarkan 6 Aspek Evaluasi
Penilaian mandiri PEKPPP pada Lembar Kerja Self Assessment ini mencakup evaluasi mendalam terhadap 6 (enam) aspek utama pelayanan. Nilai aspek gabungan (F02) yang dicatatkan oleh institusi menyentuh angka 4,52, dengan rincian pencapaian sebagai berikut:
1. Kebijakan Pelayanan (Nilai Aspek: 4,55)
Aspek ini mengukur kepatuhan hukum dan pelibatan masyarakat dalam penyusunan standar operasional:
• Standar Pelayanan (SP) & Maklumat: Ketersediaan SP sesuai regulasi (Skor: 4, Indeks: 0,68) serta pemenuhan siklus Maklumat Pelayanan mulai dari ketersediaan, penetapan, hingga publikasi meraih nilai sempurna (Skor: 5, Indeks: 0,5). Proses peninjauan ulang SP secara berkala juga dinilai maksimal (Skor: 5, Indeks: 0,7).
• Pelibatan Masyarakat: Proses penyusunan dan perubahan SP telah aktif melibatkan unsur masyarakat (Skor: 4, Indeks: 0,56).
• Survei Kepuasan Masyarakat (SKM): Pelaksanaan SKM telah sesuai dengan PermenPANRB (Skor: 5, Indeks: 0,85). Kecepatan tindak lanjut hasil SKM (Skor: 4, Indeks: 0,28) serta kedalaman ruang lingkupnya (Skor: 5, Indeks: 0,35) dinilai sangat responsif. Publikasi hasil SKM juga didukung oleh ketersediaan media publikasi yang memadai.
2. Profesionalisme SDM (Nilai Aspek: 4,80)
Aspek ini menjadi peraih nilai tertinggi, mencerminkan kualitas dan integritas para petugas di lapangan:
• Budaya Pelayanan: Kompetensi dan perilaku petugas dalam melayani publik mendapatkan nilai tertinggi (Skor: 5, Indeks: 1,5). Kepatuhan terhadap Kode Etik dan Kode Perilaku Pelaksana di lingkungan instansi juga berjalan sangat baik (Skor: 4, Indeks: 0,8).
• Waktu Pelayanan: Penyediaan jam pelayanan terbukti memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna layanan (Skor: 5, Indeks: 0,5).
• Manajemen Internal: Mekanisme yang dibangun unit kerja untuk menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pelaksana meraih nilai sempurna (Skor: 5, Indeks: 1), didukung oleh kejelasan kriteria pemberian penghargaan (reward) bagi pelaksana layanan yang berprestasi (Skor: 5, Indeks: 1).
3. Sarana dan Prasarana (Nilai Aspek: 4,40)
Evaluasi terhadap kenyamanan fisik dan fasilitas pendukung di lingkungan kantor pelayanan:
• Fasilitas Utama: Kelayakan fasilitas ruang tunggu pelayanan (Skor: 5, Indeks: 1,15) serta ketersediaan sarana toilet pengguna layanan yang layak pakai (Skor: 5, Indeks: 1) sukses meraih poin penuh.
• Aksesibilitas & Penunjang: Tempat parkir yang dilengkapi fasilitas pendukung (Skor: 5, Indeks: 0,75), ketersediaan sarana prasarana penunjang (Skor: 5, Indeks: 0,55), serta fasilitas pada Sarana Front Office (FO) bagian Informasi dinilai sangat representatif (Skor: 5, Indeks: 0,55).
• Catatan Perbaikan: Ketersediaan sarana prasarana bagi pengguna layanan kelompok rentan (Skor: 2, Indeks: 0,4) menjadi satu-satunya poin yang perlu ditingkatkan secara intensif ke depannya.
4. Sistem Informasi Pelayanan Publik / SIPP (Nilai Aspek: 4,60)
Mengukur kesiapan teknologi informasi dalam mempermudah akses pelayanan:
• Sistem Elektronik & Operasional: Implementasi SIPP (Skor: 5, Indeks: 1,5) dan sistem informasi pendukung operasional pelayanan berjalan sangat optimal (Skor: 4, Indeks: 0,8). Kualitas penggunaan SIPP Elektronik juga tercatat stabil dan efektif (Skor: 4, Indeks: 0,8).
• Kanal Digital: Pemutakhiran data dan informasi pada berbagai kanal digital resmi dilakukan secara real-time dan berkala (Skor: 5, Indeks: 1,5).
5. Konsultasi dan Pengaduan (Nilai Aspek: 4,50)
Menilai bagaimana instansi mendengarkan dan menyelesaikan keluhan masyarakat:
• Fasilitas & Akuntabilitas: Ketersediaan fasilitas sarana & prasarana konsultasi (Skor: 5, Indeks: 1) serta kejelasan akuntabilitas hasil penanganan konsultasi/pengaduan dinilai sangat memuaskan (Skor: 4, Indeks: 1).
• Penyelesaian Pengaduan: Tingkat persentase pengaduan yang masuk dan berhasil ditandatangi/ditindaklanjuti hingga selesai dalam satu tahun terakhir (Januari-Desember) mencapai target maksimal dengan nilai sempurna (Skor: 5, Indeks: 1,5).
6. Inovasi (Nilai Aspek: 4,00)
Mengukur kreativitas instansi dalam melahirkan solusi pelayanan baru:
• Keberlanjutan Inovasi: Indikator Inovasi Pelayanan Publik (Skor: 4, Indeks: 2) serta ketersediaan sumber daya yang mendukung keberlanjutan inovasi tersebut (Skor: 4, Indeks: 2) dinilai kokoh dan siap dikembangkan lebih jauh. Sebagai penunjang kenyamanan, fasilitas Sistem Antrean di unit layanan juga telah terimplementasi dengan nilai kepuasan maksimal/Skor 5).
Akumulasi Nilai Akhir Indeks Pelayanan Publik (IPP)
Berdasarkan formulasi laporan penialain mandiri PEKPPP di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang, nilai gabungan evaluasi internal (F02 dengan bobot 75%) dan evaluasi eksternal/pendukung (F03 dengan bobot 25%) membuahkan hasil akhir yang membanggakan:
• Indeks F02 (Bobot 0,75): 4,52 → Skor Indeks: 3,39
• Indeks F03 (Bobot 0,25): 4,76 → Skor Indeks: 1,19
• NILAI IPP AKHIR: 4,58 (Kategori A – Pelayanan Prima)
Komitmen Berkelanjutan
Raihan predikat Pelayanan Prima (A) pada penilaian mandiri PEKPPP ini bukanlah akhir dari proses perbaikan, melainkan motivasi besar bagi seluruh jajaran pegawai BKK Kelas I Semarang.
Manajemen berkomitmen penuh untuk mempertahankan nilai-nilai terbaik, mempercepat digitalisasi sistem antrean, serta terus menyempurnakan aspek sarana prasarana demi memastikan seluruh lapisan Masyarakat termasuk kelompok rentan mendapatkan hak pelayanan publik yang setara, nyaman, dan memuaskan.


Penulis: Halena Isrumanti D., SKM., M.Kes (Epid) (Timker 5)




















>