Cepat Pulih, Indonesiaku!

Cepat Pulih, Indonesiaku!


Disusun oleh Atiya Rahmatika, Wilker Pekalongan
Januari 2026 dibuka bukan dengan sorak-sorai perayaan, melainkan dengan deru air dan
tanah yang bergeser. Di saat kalender baru saja berganti, sebagian wilayah Indonesia justru
harus berhadapan dengan kenyataan pahit: alam sedang tidak baik-baik saja. Dari tragedi
longsor besar yang menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga, hingga banjir
bandang yang melumpuhkan sendi-sendi ekonomi di pulau Sumatera dan Jawa. Bulan ini
menjadi pengingat keras akan kerentanan kita di tengah perubahan iklim yang kian ekstrem.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 200 kejadian bencana
melanda berbagai wilayah Indonesia sepanjang Januari 2026. Didominasi oleh bencana
hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, awal tahun ini menjadi
salah satu periode tersulit bagi mitigasi bencana nasional.
Wamensos Agus Jabo mengungkapkan sebanyak 37 titik kejadian bencana telah ditangani di
berbagai wilayah Indonesia pada awal 2026. Beliau menyatakan bahwa bencana tersebut
berdampak terhadap 145.538 jiwa. Jumlah korban bencana yang tercatat, di antaranya banjir
dengan 110.509 jiwa terdampak, banjir bandang sebanyak 5.234 jiwa, banjir bandang dan
tanah longsor sebanyak 380 jiwa, serta banjir dan tanah longsor 19.656 jiwa.
Gambar Statistik Jumlah Kejadian Bencana di Indonesia


Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga
Senin (26/1/2026) pukul 10.00 WIB, terdapat total 205 kejadian bencana di Indonesia
sepanjang 2026, dengan 127 di antaranya merupakan bencana banjir. Sementara itu, cuaca
ekstrem tercatat sebanyak 46 kejadian, diikuti 15 kejadian tanah longsor, 14 kali kebakaran
hutan dan lahan (karhutla), 2 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta sebuah kejadian
gempa bumi.


Gambar Statistik 7 Provinsi dengan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak
Dari sisi sebaran wilayah, Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian
tertinggi. Sepanjang periode tersebut, Jawa Tengah mengalami 22 kejadian banjir dan 7
kejadian tanah longsor, mencerminkan tingginya kerentanan wilayah ini terhadap curah hujan
ekstrem.
Posisi kedua ditempati Jawa Barat, dengan 21 kejadian banjir dan 5 tanah longsor. Dua
provinsi ini secara konsisten menjadi wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seiring
kepadatan penduduk, alih fungsi lahan, serta tekanan pada sistem drainase dan daerah aliran
sungai.
Selain Jawa Tengah dan Jawa Barat, sejumlah provinsi lain juga mencatat frekuensi kejadian
yang cukup signifikan. Nusa Tenggara Barat mengalami 16 bencana banjir, Banten 12
bencana banjir dan 1 tanah longsor, serta Jawa Timur yang mengalami 11 bencana banjir dan
2 tanah longsor. Sementara itu, Kalimantan Barat dan Lampung masing-masing mengalami 6
kejadian banjir, menandakan bahwa risiko banjir tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa,
tetapi juga meluas ke wilayah lain di Indonesia.
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah
Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur,
Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.
Sementara itu, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Banten,
DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan.
Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi area
yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti pohon, papan reklame, dan bangunan rapuh.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng gunung, apabila terjadi hujan lebat lebih dari
satu jam, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman serta
menjauhi area lereng. Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan
selama periode puncak musim hujan.
Sumber :
https://data.goodstats.id/statistic/jumlah-bencana-banjir-tembus-100-kejadian-awal-2026-
dFNNb
https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-indonesia-
pada-26-januari-2026
https://news.detik.com/berita/d-8338763/kemensos-catat-37-titik-bencana-awal-2026-145-
ribu-warga-terdampak

You may also like...