7 Alasan Pelaut Perlu Melengkapi Vaksinasi Sebelum Berlayar
Penulis: Wilker Rembang
Pelaut merupakan salah satu kelompok pekerja dengan mobilitas internasional yang sangat tinggi. Dalam satu periode pelayaran, seorang pelaut dapat singgah di berbagai negara dengan kondisi iklim, lingkungan, dan risiko penyakit yang berbeda-beda. Selain menghadapi tantangan pekerjaan di laut, pelaut juga berpotensi terpapar penyakit menular yang mungkin tidak ditemukan di daerah asalnya.
Vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang paling efektif untuk melindungi kesehatan pelaut sekaligus mencegah penyebaran penyakit lintas negara. Beberapa negara bahkan mewajibkan bukti vaksinasi tertentu sebagai syarat masuk sesuai ketentuan International Health Regulations (IHR 2005). Oleh karena itu, melengkapi vaksinasi sebelum berlayar merupakan bagian penting dari persiapan kesehatan setiap pelaut.

Mengapa Vaksinasi Penting bagi Pelaut?
Berbeda dengan masyarakat umum, pelaut memiliki karakteristik pekerjaan yang meningkatkan risiko tertular penyakit, antara lain:
• sering berpindah negara;
• berinteraksi dengan awak kapal dari berbagai negara;
• bekerja dalam ruang terbatas dengan kontak erat;
• mengunjungi wilayah endemis penyakit tertentu;
• memiliki akses layanan kesehatan yang terbatas saat berada di tengah laut.
Karena itu, vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu menjaga kesehatan seluruh awak kapal sehingga operasional pelayaran tetap berjalan dengan aman.
1. Melindungi Diri dari Penyakit Menular
Negara tujuan pelayaran dapat memiliki risiko penyakit yang berbeda dengan Indonesia. Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin meliputi:
• Demam Kuning (Yellow Fever)
• Hepatitis A
• Hepatitis B
• Influenza
• Campak (Measles/MMR)
• Tifoid
• Meningokokus (untuk tujuan tertentu)
• Rabies (bila terdapat risiko paparan)
Dengan vaksinasi, tubuh membentuk kekebalan sehingga risiko mengalami penyakit berat menjadi jauh lebih kecil apabila terpapar selama perjalanan.
2. Memenuhi Persyaratan Masuk ke Negara Tujuan
Beberapa negara mewajibkan pelaku perjalanan, termasuk pelaut, memiliki International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICVP/ICV) sebagai bukti telah menerima vaksin tertentu, terutama vaksin Yellow Fever.
Apabila persyaratan ini tidak dipenuhi, pelaut dapat:
• ditolak masuk;
• dikenakan karantina;
• mengalami penundaan proses imigrasi;
• atau diwajibkan menjalani tindakan kesehatan sesuai peraturan negara tujuan.
3. Mencegah Penularan Penyakit di Atas Kapal
Kapal merupakan lingkungan kerja dengan ruang terbatas, sehingga penularan penyakit dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan lingkungan terbuka.
Jika satu awak kapal terinfeksi penyakit menular, risiko penyebaran kepada awak lainnya meningkat karena:
• penggunaan fasilitas bersama;
• ruang kerja yang berdekatan;
• interaksi intensif selama pelayaran.
Vaksinasi membantu mengurangi risiko munculnya wabah di atas kapal.
4. Mengurangi Risiko Gangguan Operasional Kapal
Penyakit yang menyerang beberapa awak kapal secara bersamaan dapat mengganggu operasional pelayaran, seperti:
• keterlambatan keberangkatan;
• perubahan jadwal pelabuhan;
• kebutuhan evakuasi medis;
• meningkatnya biaya operasional.
Dengan kondisi kesehatan awak kapal yang lebih baik, keselamatan pelayaran juga dapat lebih terjaga.
5. Menjaga Produktivitas dan Kebugaran Selama Berlayar
Pekerjaan pelaut membutuhkan kondisi fisik yang prima. Demam, diare, hepatitis, atau penyakit infeksi lainnya dapat menurunkan kemampuan bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Vaksinasi membantu menjaga kebugaran sehingga pelaut tetap mampu menjalankan tugas secara optimal selama pelayaran.
6. Mendukung Upaya Pencegahan Penyakit Lintas Negara
Pelabuhan merupakan pintu masuk dan keluar suatu negara. Pelaut berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit antarnegara.
Melalui vaksinasi, risiko membawa penyakit dari satu wilayah ke wilayah lain dapat dikurangi sehingga mendukung sistem kekarantinaan kesehatan dan keamanan kesehatan global.
7. Memberikan Perlindungan Jangka Panjang
Beberapa vaksin memberikan perlindungan yang bertahan lama. Sebagai contoh, satu dosis vaksin Yellow Fever umumnya memberikan perlindungan jangka panjang, meskipun pada kondisi tertentu tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan dosis tambahan berdasarkan risiko paparan atau ketentuan negara tujuan.
Kapan Sebaiknya Pelaut Melakukan Vaksinasi?
Idealnya, vaksinasi dilakukan 4–6 minggu sebelum keberangkatan agar tubuh memiliki cukup waktu membentuk kekebalan, sehingga pelaut perlu merencanakan vaksinasi jauh sebelum jadwal berlayar.
Vaksinasi merupakan investasi kesehatan yang penting bagi setiap pelaut. Selain melindungi diri dari penyakit menular, vaksinasi membantu mencegah penyebaran penyakit di atas kapal, memenuhi persyaratan negara tujuan, menjaga kelancaran operasional pelayaran, serta mendukung keamanan kesehatan global.
Sebelum berlayar, pastikan status vaksinasi Anda telah diperiksa dan lengkapi vaksin yang direkomendasikan sesuai tujuan perjalanan. Dengan persiapan kesehatan yang baik, pelayaran dapat berlangsung lebih aman, sehat, dan produktif.
DAFTAR PUSTAKA
- World Health Organization. Vaccination Requirements and Recommendations for International Travellers. WHO.
- World Health Organization. Countries with Risk of Yellow Fever Transmission and Countries Requiring Yellow Fever Vaccination. WHO.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). CDC Yellow Book 2026: Health Information for International Travel – Yellow Fever.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Yellow Fever Vaccine. 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Think Travel Vaccine Guide. 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Yellow Fever Vaccine Information for Healthcare Providers. 2026.




















>