Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Di Musim Penghujan

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini memengaruhi pola curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang kerap mengalami hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi. Letak geografis yang dipengaruhi oleh wilayah pesisir dan pegunungan turut membentuk pola hujan yang menyebabkan lingkungan menjadi lebih lembap. Kondisi ini memang menghadirkan suasana sejuk, namun juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Dokumentasi


Prediksi Curah Hujan Bulan Februari 2026 di Wilayah Jawa Tengah (BMKG)

Berdasarkan prediksi curah hujan wilayah Jawa Tengah, pada bulan Februari 2026 curah hujan secara umum berada pada kisaran 101–500 mm dengan kategori Menengah hingga Tinggi. Namun demikian, sebagian besar wilayah Kabupaten Batang, bersama dengan Kabupaten Jepara dan Pekalongan, serta sebagian wilayah lain diprediksi mengalami curah hujan lebih dari 500 mm dalam kategori Sangat Tinggi.

Curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus dapat menciptakan lingkungan yang lembap dan banyak genangan air, sehingga meningkatkan risiko berkembangnya patogen dan vektor penyakit. Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada periode minggu ke-1 hingga ke-4 tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare akut dibandingkan empat minggu terakhir tahun 2025. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk melindungi kesehatan masyarakat selama musim penghujan.

Berikut beberapa penyakit yang cenderung mengalami peningkatan kejadian saat musim hujan:
a. Penyakit yang Ditularkan oleh Vektor
• Demam Berdarah Dengue (DBD): Disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, sehingga meningkatkan risiko penularan DBD.
b. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan
• Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Kelembapan udara yang tinggi dan perubahan suhu selama musim hujan mempermudah virus dan bakteri bertahan di lingkungan. Kondisi ini, ditambah aktivitas di ruang tertutup, meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan.
c. Penyakit yang Ditularkan Melalui Air atau Kontaminasi Lingkungan
• Diare dan Penyakit Saluran Cerna: Terjadi akibat konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit, terutama saat banjir atau sanitasi lingkungan terganggu.
• Leptospirosis: Disebabkan oleh bakteri Leptospira yang terdapat dalam air banjir atau genangan yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kulit yang terluka atau selaput lendir.
• Penyakit Kulit: Lingkungan yang lembap dan kondisi tubuh yang sering basah memudahkan pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga meningkatkan risiko infeksi kulit.

Untuk mencegah meningkatnya risiko penyakit yang berkaitan dengan musim hujan, masyarakat perlu menerapkan berbagai upaya pencegahan secara konsisten. Langkah-langkah sederhana berikut dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan:

a. Kebersihan Diri dan Lingkungan
• Cuci tangan pakai sabun (CTPS): Dilakukan secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah, untuk mencegah masuknya kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit.
• Menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M: Menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air penting untuk memutus siklus hidup nyamuk, terutama vektor DBD.
• Membersihkan saluran air: Saluran air yang lancar mencegah terbentuknya genangan yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan sumber penyakit.
b. Pola Hidup dan Nutrisi
• Konsumsi makanan bergizi seimbang: Asupan buah dan sayur yang kaya vitamin C dan antioksidan membantu memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
• Minum air bersih dan aman: Air yang direbus atau disaring dapat mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare dan tifus.
• Istirahat cukup dan tetap aktif: Tidur yang cukup serta olahraga ringan membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas tubuh meskipun cuaca kurang mendukung.
c. Pencegahan Penyakit yang Ditularkan Vektor
• Menggunakan pelindung dari gigitan nyamuk: Repelen, kelambu, atau pakaian tertutup dapat menurunkan risiko gigitan nyamuk pembawa penyakit.
• Menghindari genangan air di sekitar rumah: Lingkungan yang kering dan bersih mengurangi peluang berkembangnya nyamuk vektor penyakit.
d. Kebiasaan Sehari-hari
• Segera mengganti pakaian basah: Pakaian yang lembap dapat menurunkan suhu tubuh dan memicu infeksi kulit atau gangguan kesehatan lainnya.
• Mandi dengan air bersih: Membantu menghilangkan kotoran, bakteri, dan kontaminan yang menempel setelah beraktivitas di luar saat hujan.
• Menghindari makanan dan minuman yang tidak higienis: Konsumsi makanan dari sumber yang bersih penting untuk mencegah penyakit saluran cerna, terutama saat kondisi lingkungan lembap.

Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat mencegah terjadinya penyakit yang sering muncul di musim hujan dan tetap menjaga tubuh agar sehat, bugar, serta mampu beraktivitas secara optimal meskipun cuaca kurang bersahabat. Mari mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit. Dengan kepedulian dan tindakan nyata bersama, musim hujan dapat dilalui dengan lebih aman, nyaman, dan tetap produktif tanpa harus terganggu oleh masalah kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026). Informasi Iklim Bulanan Provinsi Jawa Tengah. Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Diakses dari https://staklim-jateng.bmkg.go.id/info-bulanan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Antisipasi Penyakit Musim Hujan. Diakses dari https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-penyakit-musim-hujan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Menjaga Kesehatan di Musim Hujan. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/jaga-kesehatan-musim-hujan
Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). (2026). Analisa Puskesmas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://skdr.kemkes.go.id/analisa-puskesmas
UPK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). 5 Tips Sehat Menghadapi Musim Hujan. Diakses dari https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-sehat-menghadapi-musim-hujan


Penulis: dr Hening Pangesti W (Wilker Batang)

You may also like...