KEWASPADAAN DINI TERHADAP PENYAKIT VIRUS NIPAH
Penyakit Virus Nipah merupakan salah satu penyakit infeksi emerging yang perlu mendapatkan perhatian terutama untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Nipah yang tergolong dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Awalnya virus ini ditemukan di Desa Sungai Nipah di Malaysia sehingga dikenal sebagai Virus Nipah. Nipah virus (NiV) merupakan virus ribonucleic acid (RNA).
Tanggal 1 Januari hingga 29 Agustus 2025, Focal Point IHR Negara Bangladesh melaporkan 4 kasus infeksi Virus Nipah yang berasal dari 4 distrik yang berbeda. Tanggal 14 Januari 2026, India melaporkan 2 kasus konfirmasi Penyakit Virus Nipah dan 3 suspek Nipah di West Bengal, India. Semua kasus tersebut adalah tenaga kesehatan. Total kasus Virus Nipah di dunia 2025 sampai minggu kedua tahun 2026 sebanyak 10 kasus konfirmasi dengan 6 kematian (CFR : 60%) di Bangladesh, Kerala dan West Bengal, India. Negara yang pernah melaporkan KLB terkait virus Nipah ini selain India dan Bangladesh adalah Malaysia, Singapura dan Filipina. Situasi di Indonesia pada minggu ke-3 tahun 2026 ini tidak terdapat penambahan kasus. Suspek Nipah tahun 2025-2026 sebanyak 9 kasus, namun setelah dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif.
Reservoir alami untuk virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus (flying foxes). Kelelawar buah tersebut tersebar di daerah tropis dan subtropic Asia dan Benua Australia, dan terbukti terkait dengan KLB Nipah yang dilaporkan di berbagai negara.
Sebagai reservoir alami, kelelawar tidak menunjukkan gejala, namun virus ditemukan pada saliva, urin, semen dan feses. Studi serologis menunjukkan bukti infeksi virus Nipah pada beberapa spesies kelelawar, termasuk kelelawar pemakan buah dan pemakan serangga. Kelelawar yang pernah dilaporkan adalah Pteropus giganteus (India), dan Pteropus Lelei (Thailand dan Kamboja), Pteropus hypomelanus (Malaysia dan Thailand), Pteropus vampyrus (Malaysia dan Indonesia), spesies Taphozous (Thailand)
dan Rousettus amplexicaudus (Timor Timur), namun isolasi virus dan deteksi dan molekuler biasanya hanya berhasil pada spesies Pteropus. Dan terdapat bukti kuat bahwa infeksi virus terkait kelelawar yang menular ke manusia dan hewan telah dikaitkan dengan hilangnya habitat alami kelelawar.
Penularan Penyakit Virus Nipah ini dapat melalui :
Kontak Langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar, babi atau cairan hewan.
Mengkonsumsi produk makanan yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan yang terinfeksi
kontak dengan orang yang terinfeksi NiV atau cairan tubuhnya (droplet, urin atau darah).
bagaimana pencegahannya ?
Tidak mengkonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengkontaminasi
Cuci dan Kupas buah secara menyeluruh
Buah buah yang ada tanda gigitan kelelawar.
Menerapkan protokol kesehatan.
Hindari Kontak dengan hewan ternak yang terinfeksi virus Nipah.
bagi petugas pemotong hewan wajib menggunakan sarung tangan dan APD saat penyembelihan
Bagi nakes dan keluarga wajib menerapkan PPI
Oleh: Sri Wahyuningsih, SKM, MKM




















>