{"id":4869,"date":"2026-02-26T04:46:31","date_gmt":"2026-02-26T04:46:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kespelsemarang.id\/?p=4869"},"modified":"2026-03-09T04:39:21","modified_gmt":"2026-03-09T04:39:21","slug":"mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/","title":{"rendered":"Mengenali Keberadaan Tikus dan Upaya Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><strong><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-4882 aligncenter\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-300x198.jpg\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"387\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-300x198.jpg 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1.jpg 499w\" sizes=\"(max-width: 586px) 100vw, 586px\" \/><\/strong><\/p>\n<p data-start=\"246\" data-end=\"649\">Tikus dikenal sebagai binatang kosmopolitan, di mana bisa menempati hampir semua jenis habitat. Maka tidak heran hampir di semua tempat keberadaannya dapat ditemukan, tidak terkecuali di atas kapal. Aktif di malam hari (<em data-start=\"466\" data-end=\"477\">nokturnal<\/em>) untuk mencari makan, namun tidak jarang juga terlihat di siang hari. Daya penciuman tikus termasuk baik; sebelum keluar sarang ia akan membaui lokasi untuk mencari makan.<\/p>\n<p data-start=\"651\" data-end=\"1263\">Tikus termasuk ke dalam binatang pemakan tumbuh-tumbuhan seperti biji-bijian, umbi, dan buah-buahan. Namun, untuk tikus yang hidup berdampingan dengan manusia akan memakan semua bahan makanan yang tersedia sehingga dikenal juga sebagai binatang pemakan segala. Namun demikian, tikus memiliki sifat <em data-start=\"949\" data-end=\"959\">neofobia<\/em> yaitu takut pada sesuatu yang baru. Dalam proses pengenalan dan pengambilan makanan, tikus melakukan pencicipan terlebih dahulu sampai dirasa aman untuk dimakan. Tikus mempunyai dua aktivitas puncak dalam mencari makanan, yaitu pada 1\u20132 jam setelah matahari terbenam dan 1\u20132 jam sebelum matahari terbit.<\/p>\n<p data-start=\"1265\" data-end=\"1497\">Sebagaimana diketahui, tikus dapat ditemukan di berbagai habitat dan tempat seperti hutan, rawa, tanah berbatu, maupun permukiman manusia. Berdasarkan jauh dekatnya habitat dengan manusia, tikus terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_79_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#1_Domestik\" >1. Domestik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#2_Peridomestik\" >2. Peridomestik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#3_Silvatik\" >3. Silvatik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#Tanda-Tanda_Keberadaan_Tikus_di_Suatu_Lokasi\" >Tanda-Tanda Keberadaan Tikus di Suatu Lokasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#1_Tikus_hidup_atau_mati\" >1. Tikus hidup atau mati<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#2_Jejak_atau_run_way\" >2. Jejak atau run way<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#3_Suara_tikus\" >3. Suara tikus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#4_Bekas_gigitan\" >4. Bekas gigitan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#5_Kotoran_dan_bau_urin_tikus\" >5. Kotoran dan bau urin tikus<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#Langkah_Pencegahan_Agar_Tikus_Tidak_Betah_di_Lingkungan_Kita\" >Langkah Pencegahan Agar Tikus Tidak Betah di Lingkungan Kita<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2026\/02\/26\/mengenali-keberadaan-tikus-dan-upaya-pencegahannya\/#Daftar_Bacaan\" >Daftar Bacaan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 data-start=\"1504\" data-end=\"1523\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Domestik\"><\/span><strong data-start=\"1508\" data-end=\"1523\">1. Domestik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"1525\" data-end=\"1989\">Tikus kelompok ini mempunyai aktivitas yang berdampingan dengan manusia seperti di lingkungan rumah, kantor, gudang, ataupun sarana transportasi seperti terminal, stasiun, ataupun pelabuhan. Mereka menyukai tempat yang gelap seperti atap, sela-sela dinding reruntuhan bangunan, got saluran air, serta tempat penyimpanan bahan makanan.<br data-start=\"1859\" data-end=\"1862\">Beberapa contoh tikus jenis ini adalah tikus rumah <em data-start=\"1913\" data-end=\"1930\">Rattus tanezumi<\/em>, tikus got <em data-start=\"1942\" data-end=\"1961\">Rattus norvegicus<\/em>, dan mencit <em data-start=\"1974\" data-end=\"1988\">Mus musculus<\/em>.<\/p>\n<h2 data-start=\"1996\" data-end=\"2019\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Peridomestik\"><\/span><strong data-start=\"2000\" data-end=\"2019\">2. Peridomestik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"2021\" data-end=\"2278\">Aktivitas tikus kelompok ini berada di luar rumah seperti di sawah, ladang, perkebunan, ataupun pekarangan rumah.<br data-start=\"2134\" data-end=\"2137\">Beberapa contoh tikus yang sering dijumpai yaitu tikus sawah <em data-start=\"2198\" data-end=\"2210\">Argiventer<\/em>, tikus ladang <em data-start=\"2225\" data-end=\"2241\">Rattus exulans<\/em>, dan tikus wirok <em data-start=\"2259\" data-end=\"2277\">Bandicota indica<\/em>.<\/p>\n<h2 data-start=\"2285\" data-end=\"2304\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Silvatik\"><\/span><strong data-start=\"2289\" data-end=\"2304\">3. Silvatik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"2306\" data-end=\"2405\">Kelompok tikus ini mempunyai habitat jauh dari kehidupan manusia, seperti di hutan atau pegunungan.<\/p>\n<p>Tikus dalam rantai penularan penyakit termasuk ke dalam binatang pembawa penyakit, yaitu binatang selain <em data-start=\"2517\" data-end=\"2529\">arthropoda<\/em> yang dapat menularkan, memindahkan, dan\/atau menjadi sumber penularan penyakit. Penyakit yang ditularkan tikus termasuk ke dalam <em data-start=\"2659\" data-end=\"2669\">zoonosis<\/em>. Penularan penyakit dari tikus bisa melalui urine, kotoran, gigitan, kontak langsung, ataupun ektoparasit yang berada di tubuhnya. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan tikus antara lain <strong data-start=\"2863\" data-end=\"2916\">pes, leptospirosis, kecacingan, dan murine typhus<\/strong>, serta masih banyak lagi yang lainnya. Selain kerugian secara kesehatan, tikus juga dapat menyebabkan kerugian lain seperti <strong data-start=\"3041\" data-end=\"3122\">kerusakan properti, korsleting akibat menggigit kabel, dan gangguan estetis lainnya.<\/strong><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-Tanda_Keberadaan_Tikus_di_Suatu_Lokasi\"><\/span>Tanda-Tanda Keberadaan Tikus di Suatu Lokasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Melihat berbagai kerugian tersebut, penting bagi kita untuk mengetahui keberadaan tikus di rumah maupun di lingkungan sekitar sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi kerugian akibat keberadaan tikus yang tidak ditangani dengan baik. Berikut beberapa tanda-tanda keberadaan tikus di suatu lokasi :<\/p>\n<h2 data-start=\"3488\" data-end=\"3520\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tikus_hidup_atau_mati\"><\/span><strong data-start=\"3492\" data-end=\"3520\">1. Tikus hidup atau mati<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"3522\" data-end=\"3827\">Dengan ditemukannya tikus, baik hidup maupun mati, di sekitar lingkungan, dapat dipastikan bahwa lingkungan tersebut menjadi habitat atau tempat tinggal tikus. Hal ini dikarenakan tikus apabila sudah menemukan lingkungan yang cocok maka enggan untuk berpindah dan akan membentuk koloni di tempat tersebut.<\/p>\n<h2 data-start=\"3834\" data-end=\"3865\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jejak_atau_run_way\"><\/span><strong data-start=\"3838\" data-end=\"3865\">2. Jejak atau <em data-start=\"3854\" data-end=\"3863\">run way<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"3867\" data-end=\"4301\">Jejak tikus dapat dikenali dengan tapak \u2013 tapak kecil biasanya berada di tepian tembok. Hal ini dikarenakan tikus tikus tidak suka bergerak menyilang di dalam ruangan kecuali pada kondisi yang mendesak. Selain itu bulu tikus yang berlemak akan meninggalkan warna kehitaman pada jalur yang biasa dilewati hal ini bisa dengan mudah kita amati baik di dinding ataupun lubang \u2013 lubang ventilasi. Jika terdapat warna kehitam \u2013 hitaman pada area tersebut dapat dimungkinkan ada tikus di rumah kita.<\/p>\n<h2 data-start=\"4308\" data-end=\"4330\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Suara_tikus\"><\/span><strong data-start=\"4312\" data-end=\"4330\">3. Suara tikus<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tanda ini sangat khas, hampir semua orang tahu suara tikus. Suara mendecit khas seperti <em>\u201ccit cit cit\u201d<\/em> dapat menjadi tanda bahwa ada tikus di sekitar lingkungan kita.<\/p>\n<h2 data-start=\"4500\" data-end=\"4524\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Bekas_gigitan\"><\/span><strong data-start=\"4504\" data-end=\"4524\">4. Bekas gigitan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"4526\" data-end=\"4950\">Tikus mempunyai gigi seri yang selalu tumbuh dan apabila dibiarkan dapat menembus tulang tengkorak tikus sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut tikus akan mengerat benda-benda keras untuk memangkas giginya.<\/p>\n<p data-start=\"4526\" data-end=\"4950\">Benda seperti kayu, plastik, aluminium ataupun kabel dapat menjadi sasaran tikus untuk memangkas giginya. Sehingga apabila ditemukan kayu atau benda-benda dengan bekas gigitan khas maka dimungkinkan tikus telah berada dilingkungan tersebut.<\/p>\n<h2 data-start=\"4957\" data-end=\"4994\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kotoran_dan_bau_urin_tikus\"><\/span><strong data-start=\"4961\" data-end=\"4994\">5. Kotoran dan bau urin tikus<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"4996\" data-end=\"5630\">Hal lain yang dapat menjadi penanda keberadaan tikus adalah ditemukannya kotoran dan bau urin tikus. Bau urin tikus sangat khas dan menyengat, serta berbahaya karena dapat menjadi media penularan <strong data-start=\"5192\" data-end=\"5209\">leptospirosis<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"4996\" data-end=\"5630\">Selain urin, kotoran tikus juga dapat menjadi penanda keberadaannya. Bahkan, dengan melihat kotoran kita bisa mengetahui <strong data-start=\"5334\" data-end=\"5349\">jenis tikus<\/strong> yang ada. Hal ini dikarenakan setiap spesies tikus mempunyai bentuk dan ukuran kotoran yang berbeda-beda.<\/p>\n<p data-start=\"4996\" data-end=\"5630\">Hal lain yang dapat dilihat dari kotoran tikus adalah sudah berapa lama tikus itu berada dengan melihat tekstur atau kekeringan kotoran tersebut. Apabila tekstur masih basah maka tikus baru saja berada dilokasi tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-4872 aligncenter\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-300x146.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"292\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-300x146.png 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-1024x498.png 1024w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-768x374.png 768w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-1536x748.png 1536w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/upscalemedia-transformed-1-2048x997.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<h1 data-start=\"5637\" data-end=\"5704\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Pencegahan_Agar_Tikus_Tidak_Betah_di_Lingkungan_Kita\"><\/span><strong data-start=\"5640\" data-end=\"5704\">Langkah Pencegahan Agar Tikus Tidak Betah di Lingkungan Kita<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p data-start=\"5706\" data-end=\"5884\">Setelah mengetahui tanda-tanda keberadaan tikus, penting untuk melakukan pencegahan agar tikus tidak betah tinggal di sekitar kita. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"5886\" data-end=\"6429\">\n<li data-start=\"5886\" data-end=\"6021\">\n<p data-start=\"5889\" data-end=\"6021\"><strong data-start=\"5889\" data-end=\"5941\">Jangan membiarkan ada makanan tercecer di rumah.<\/strong><br data-start=\"5941\" data-end=\"5944\">Salah satu hal yang mengundang tikus masuk ke rumah adalah adanya makanan. Oleh karena itu simpan makanan pada tempat yang aman dan tidak bisa dijangkau oleh tikus.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6023\" data-end=\"6144\">\n<p data-start=\"6026\" data-end=\"6144\"><strong data-start=\"6026\" data-end=\"6049\">Tutup lubang-lubang<\/strong> yang dapat menjadi akses masuk tikus seperti saluran air pada wastafel atau pembuangan limbah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6146\" data-end=\"6262\">\n<p data-start=\"6149\" data-end=\"6262\"><strong>Jangan ada tumpukan sampah<\/strong> baik di dalam ataupun di luar rumah, hal ini dikarenakan berpotensi sebagai tempat tikus mencari makanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6264\" data-end=\"6429\">\n<p data-start=\"6267\" data-end=\"6429\"><strong data-start=\"6267\" data-end=\"6298\">Jaga kebersihan lingkungan, <\/strong>dengan lingkungan yang bersih dan rapi tikus akan enggan untuk beraktivitas karena dapat dengan mudah terlihat dan tertangkap oleh pemangsanya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Di atas adalah beberapa cara untuk mengenali dan mencegah keberadaan tikus di lingkungan sekitar rumah kita. Dengan melakukan pencegahan sedini mungkin, diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh tikus.<\/p>\n<h1 data-start=\"6668\" data-end=\"6688\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daftar_Bacaan\"><\/span><strong data-start=\"6671\" data-end=\"6688\">Daftar Bacaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul data-start=\"6690\" data-end=\"6940\">\n<li data-start=\"6690\" data-end=\"6844\">\n<p data-start=\"6692\" data-end=\"6844\"><strong data-start=\"6692\" data-end=\"6723\">Permenkes No. 50 Tahun 2017<\/strong> tentang <em data-start=\"6732\" data-end=\"6841\">Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit<\/em>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6845\" data-end=\"6940\">\n<p data-start=\"6847\" data-end=\"6940\"><strong data-start=\"6847\" data-end=\"6897\">Tikus Jawa: Teknis Survei di Bidang Kesehatan.<\/strong> Penerbit Bapelitbangkes Kemenkes RI, 2016.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr data-start=\"6942\" data-end=\"6945\">\n<p data-start=\"6947\" data-end=\"7004\"><strong data-start=\"6947\" data-end=\"6959\">Penulis:<\/strong> <em data-start=\"6960\" data-end=\"7002\">Akhmad Windarto, SKM (Wilker Pekalongan)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tikus dikenal sebagai binatang kosmopolitan, di mana bisa menempati hampir semua jenis habitat. Maka tidak heran hampir di semua tempat keberadaannya dapat ditemukan, tidak terkecuali di atas kapal. Aktif di malam hari (nokturnal) untuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4882,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4869"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4869"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5264,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4869\/revisions\/5264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}