{"id":3145,"date":"2024-03-29T03:54:11","date_gmt":"2024-03-29T03:54:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kespelsemarang.id\/?p=3145"},"modified":"2024-04-16T05:42:45","modified_gmt":"2024-04-16T05:42:45","slug":"pengawasan-izin-angkut-orang-sakit-pada-alat-angkut-di-wilker-pelabuhan-karimunjawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2024\/03\/29\/pengawasan-izin-angkut-orang-sakit-pada-alat-angkut-di-wilker-pelabuhan-karimunjawa\/","title":{"rendered":"PENGAWASAN IZIN ANGKUT ORANG SAKIT PADA ALAT ANGKUT DI WILKER PELABUHAN KARIMUNJAWA"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"> Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jendral Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berpusat di Semarang namun memiliki 10 wilayah kerja dan salah satunya ada di Wilayah Kerja Pelabuhan Karimunjawa. Sebagai perpanjangan tangan dari BKK Semarang, Wilker Karimunjawa harus melakukan tugas dan fungsi dari BKK yaitu pengawasan orang, barang dan alat angkut dalam rangka cegah tangkal penyakit. <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\tDi BKK Semarang pengawasan orang dilaksanakan oleh Tim Kerja 4, Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang, Kegawatdaruratan, dan Situasi Khusus. Salah satu tugasnya adalah melakukan pengawasan penyakit menular dan faktor risiko kesehatan pada orang melalui pemeriksaan dokumen kekarantinaan kesehatan, dokumen lainnya dan\/atau pemeriksaan fisik pada orang. Anggota Tim Kerja 4 di Wilker Karimunjawa dr. Carlos Jonathan T. <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<table border=\"1\">\n<tbody>\n<tr>\n<td> <img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-5.jpg\" alt=\"\" width=\"851\" height=\"631\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3147\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-5.jpg 851w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-5-300x222.jpg 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-5-768x569.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 851px) 100vw, 851px\" \/> <\/td>\n<\/tr><figcaption>Gambar (Kegiatan pengawasan orang setiap embarkasi dan debarkasi kapal)<\/figcaption><\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Kegiatan pengawasan orang setiap embarkasi dan debarkasi kapalDi Wilker Karimunjawa, kegiatan pengawasan orang sakit menjadi tantangan tersendiri. Sebagai kepulauan yang hanya memiliki 1 puskesmas rawat inap dan tidak memiliki rumah sakit, maka pasien yang tidak dapat ditangani di Puskesmas Karimunjawa harus dirujuk. Rujukannya berupa rujukan berangkat sendiri ke poliklinik maupun rujukan kegawatdaruratan medis. Kegiatan perujukan dilakukan dengan menggunakan 3 kapal ke Pelabuhan Kartini Jepara dan 1 kapal menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan jadwal yang tidak setiap hari berangkat. <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan pengawasan orang setiap embarkasi dan debarkasi kapal\tDalam melakukan pengawasan rujukan  orang dengan kegawatdaruratan medis, petugas BKK melakukan penerbitan Surat Izin Angkut Orang Sakit. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasien yang dirujuk mampu untuk melakukan pelayaran dan alat angkut tidak berisiko menjadi sumber penularan penyakit dari pasien yang dibawa. Untuk menerbitkan surat izin angkut orang sakit, petugas BKK melakukan assesment terhadap pasien sebelum diberangkatkan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan adalah jenis penyakit menular atau tidak, kondisi fisik dan mental pasien saat akan berlayar, kesiapan alat-alat medis dan petugas medis, serta ambulace yang mengantar dan menjemput dari dan ke pelabuhan. Selain dari sisi pasien, petugas juga mempertimbangkan jenis kapal, waktu tempuh, dan ketersediaan ruang di dalam kapal sebelum menerbitkan Surat Izin Angkut Orang Sakit. <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<table border=\"1\">\n<tbody>\n<tr>\n<td> <img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/2-4.jpg\" alt=\"\" width=\"990\" height=\"557\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3149\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/2-4.jpg 990w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/2-4-300x169.jpg 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/2-4-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 990px) 100vw, 990px\" \/> <\/td>\n<\/tr><figcaption>Gambar (Hanya KMP. Siginjai yang memiliki ruang medis)<\/figcaption><\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama ini, telah terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara BKK Semarang Wilker Karimunjawa dengan Puskesmas Karimunjawa dalam pengawasan orang sakit. Puskesmas Karimunjawa selaku satu-satunya fasilitas kesehatan di Karimunjawa yang mampu untuk melakukan rujukan kegawatdaruratan medis, selalu memberi informasi kepada petugas BKK sebelum melakukan rujukan. Hal ini sangat membantu petugas BKK agar melakukan koordinasi dengan pihak syahbandar dan pihak kapal sebelum mengangkut pasien. <\/p>\n<p>Dokumentasi :<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<table border=\"1\">\n<tbody>\n<tr>\n<td> <img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/3-4.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3150\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/3-4.jpg 1200w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/3-4-225x300.jpg 225w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/3-4-768x1024.jpg 768w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/3-4-1152x1536.jpg 1152w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/> <\/td>\n<\/tr><figcaption>Gambar (Pengawasan terdapat 2 orang sakit yang dirujuk dalam 1 kapal)<\/figcaption><\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<table border=\"1\">\n<tbody>\n<tr>\n<td> <img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/4-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3151\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/4-2.jpg 1200w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/4-2-225x300.jpg 225w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/4-2-768x1024.jpg 768w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/4-2-1152x1536.jpg 1152w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/> <\/td>\n<\/tr><figcaption>Gambar (Proses boarding orang sakit ke dalam kapal)<\/figcaption><\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/5-2.jpg\" alt=\"\" width=\"969\" height=\"727\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3152\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/5-2.jpg 969w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/5-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/5-2-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 969px) 100vw, 969px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/6-1.jpg\" alt=\"\" width=\"669\" height=\"892\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3153\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/6-1.jpg 669w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/6-1-225x300.jpg 225w\" sizes=\"(max-width: 669px) 100vw, 669px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jendral Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berpusat di Semarang namun memiliki 10 wilayah kerja dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3150,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[9,10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3145"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3145"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3145\/revisions\/3155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}