{"id":2486,"date":"2023-06-19T08:02:05","date_gmt":"2023-06-19T08:02:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kespelsemarang.id\/?p=2486"},"modified":"2023-06-19T08:02:05","modified_gmt":"2023-06-19T08:02:05","slug":"kegiatan-pertemuan-tinjauan-lapangan-kader-kesehatan-di-kkp-semarang-wilayah-kerja-bandara-internasional-adi-soemarmo-boyolali-tahun-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/2023\/06\/19\/kegiatan-pertemuan-tinjauan-lapangan-kader-kesehatan-di-kkp-semarang-wilayah-kerja-bandara-internasional-adi-soemarmo-boyolali-tahun-2023\/","title":{"rendered":"KEGIATAN  PERTEMUAN TINJAUAN LAPANGAN KADER KESEHATAN DI KKP SEMARANG WILAYAH KERJA BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO  BOYOLALI  TAHUN 2023"},"content":{"rendered":"<p>A.\tPENDAHULUAN<\/p>\n<p>1.\tLatar Belakang<br \/>\nUndang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan mengamanahkan Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai penanggung jawab penyelenggaran kekarantinaan kesehatan di wilayah pelabuhan\/bandara yang merupakan pintu masuk\/point of entry suatu negara\/wilayah. Penyelenggaran kekarantinaan kesehatan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyakit dan\/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. <\/p>\n<p>Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, menjelaskan bahwa KKP mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnyapenyakit, penyakit potensial wabah, Pengendalian epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak risiko kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan obat, makanan, kosmetika, dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) serta pengamanan terhadap penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsure biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.<\/p>\n<p>Pelabuhan Udara internasional Adisoemarmo Boyolali merupakan \u201centry point\u201d salah satu pintu masuk Bandara di wilayah Solo raya dan wilayah Kabupaten sekitarnya yang terletak berada di Kabupaten Boyolali. Bandara Adisoemarmo termasuk juga membuka layanan penerbangan khusus Embarkasi Haji SOC pada Tahun 2022 setelah pasca pandemic covid-19 yang terjadi sejak Tahun 2020 di Indonesia. <\/p>\n<p>Pada tanggal 1 Februari 2023 Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Bandara Adisumarmo Boyolali telah dilakukan migrasi dari kantor lama ke kantor baru terletak di Jl. Cendrawasih, Desa Dibal, Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali, dengan luas tanah kurang lebih 3200 m2 dan bangunan \u00b1 2100 m2. Jumlah Sumber Daya Manusia di Bandara Adisoemarmo Boyolali sebanyak 26 orang yang terdiri dari 13 orang ASN, 4 orang PPNPN dan 9 outsorsing. Untuk kegiatan Pengendalian Risiko Lingkungan terdiri 2 orang tenaga sanitarian dan 1 orang entomolog kesehatan.<\/p>\n<p>Dalam rangka menunjang program \/ kegiatan pengendalian risiko lingkungan di KKP Semarang wilayah kerja Bandara Adisoemarmo dirasa penting untuk berkolaborasi dengan kader kesehatan guna kelancaran kegiatan di lapangan seperti koordinasi dengan tokoh masyakarat, kegiatan fogging, survey jentik dan lain-lain. Sebagai wilayah kerja yang berada di Bandara, salah satu fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan diantaranya melakukan pencegahan dan pengendalian faktor risiko lingkungan yang berasal dari lingkungan seperti ancaman vektor penyakit DBD serta penyakit lain yang berbasis dari lingkungan <\/p>\n<p>Kegiatan Pengendalian Risiko Lingkungan merupakan sebagai bentuk perlindungan masyarakat dari ancaman penyakit yang dapat terjadi dan bisa menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk itu guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya kader kesehatan maka salah satu upaya KKP Kelas II Semarang Wilayah kerja Bandara Adisoemarmo  mengadakan sosialisasi pertemuan tinjauan lapangan kader kesehatan di Gedung Baru KKP Semarang Wilayah kerja Bandara Adisoemarmo.<\/p>\n<p>2.\tTujuan : <\/p>\n<p>a.\tUntuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara pengendalian risiko lingkungan yang baik dan benar.<br \/>\nb.\tUntuk meningkatkan koordinasi lapangan dan menjalin jejaring kemitraan dengan masyarakat  .<br \/>\nc.\tMenciptakan kerjasama dan komitmen yang baik dengan kader kesehatan dalam kegiatan inspeksi lingkungan serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit<\/p>\n<p>3.\t Lokasi dan Waktu<\/p>\n<p>a.\tLokasi : Gedung layanan kekarantinaan KKP Wilayah kerja Bandara Adisoemarmo Boyolali. (Gambar 1)<br \/>\nb.\tWaktu Pelaksanaan : 7 Februari 2023<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg\" alt=\"\" width=\"791\" height=\"456\" class=\"alignnone size-full wp-image-2487\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg 791w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-300x173.jpg 300w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-768x443.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 791px) 100vw, 791px\" \/><\/p>\n<p>B.\tHASIL KEGIATAN SOSIALISASI PERTEMUAN TINJAUAN LAPANGAN KADER KESEHATAN<\/p>\n<p>1.\tPersiapan<br \/>\na.\tTelah dilakukan komunikasi dan koordinasi kader kesehatan .<br \/>\nb.\tKomunikasi dan koordinasi dengan kader kesehatan melalui WhatsAps<br \/>\n2.\tPelaksanaan kegiatan  pertemuan tinjauan lapangan kader kesehatan<br \/>\nKegiatan pertemuan pertemuan tinjauan lapangan  dihadiri oleh :<br \/>\n1.\tKKP Kelas II Semarang Wilayah kerja Bandara Adisoemarmo khususnya Tim Pengendalian Risiko Lingkungan (3 orang : Ismail Marzuki, Triyono, Sri Suprapni).<br \/>\n2.\tSeluruh kader kesehatan sebanyak 5 orang ( Ali turmudzi, Bambang Jatmiko, Sartin hidayat, Lilik Krisyanto dan Yossey )<br \/>\nPeserta kader kesehatan yang datang dalam acara tersebut diberikan materi mengenai tata cara atau prosedur dalam Pengendalian Risiko Lingkungan (PRL) di lapangan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan lingkungan serta melatih ketrampilan dalam mempergunakan alat alat kegiatan atau peraga PRL dilapangan seperti fogger, ULV, trapp, flygrill dll <\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-3.jpg\" alt=\"\" width=\"587\" height=\"433\" class=\"alignnone size-full wp-image-2488\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-3.jpg 587w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-3-300x221.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"633\" height=\"433\" class=\"alignnone size-large wp-image-2489\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/3-1.jpg 633w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/3-1-300x205.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 633px) 100vw, 633px\" \/><\/p>\n<p>Pada saat memberikan arahan terkait praktek penggunaan dan fungsi alat \u2013 alat lapangan PRL,  beberapa pertanyaan- pertanyaan  yang masuk dan jadi  bahan diskusi diantaranya :<br \/>\n1.\tPenggunaan pemasangan alat trapp (perangkap tikus)<br \/>\nPemasangan alat perangkap tikus ini berlangsung selam 4 hari, setiap hari alat trapp dipasang kemudian besoknya diambil yang ada tikusnya dan kemudian memasang perangkap kembali dengan umpan baru lagi begitu seterusnya hingga hari ke- 4. Jumlah jenis  tikus dan pinjal selama pemasangan 4 hari di cacat dan ditulis dalam buku.<br \/>\nBeberapa tahapan identifikasi tikus dan pinjal diantaranya :<br \/>\na.\tPemisahan antara perangkap yang ada tikus dan yang kosong<br \/>\nb.\tMasukan tikus ke dalam kantong yang sudah disiapkan untuk dilakukan pembiusan dengan kloroform (+\/- 3 cc setiap tikus\/kantong)<br \/>\nc.\tTunggu hingga beberapa menit sampai tikus mati<br \/>\nd.\tLakukan penyisiran dengan berlawanan dengan arah bulu tikus untuk mencari pinjal di dalam tikus (jika ada pinjal tempatan pada wadah baskom yang berisi air atau tempat yang ada airnya agar bisa membedakan mana pinjal atau bukan<br \/>\ne.\t Timbang berat tikus pada timbangan<br \/>\nf.\tUkur panjang badan keseluruhan tikus (mm)<br \/>\ng.\tUkur ekor tikus (mm)<br \/>\nh.\tUkur tungkai kaki (mm)<br \/>\ni.\tUkur telinga (mm)<br \/>\nj.\tLiat bagian dada untuk membedakan jantan dan betina jika terdapat mamae (betina)<br \/>\n2.\tPenggunaan alat Desifeksi elektronik (ruangan)<br \/>\nJawaban : Sesuai prosedur dalam pelaksanaan di lapangan bahwa alat desinfektan elektronik ini biasanya digunakan untuk desinfeksi ruangan .<br \/>\nPenggunaan bahan desinfeksinya biasanya digunakan untuk sasaran ruangan observasi ruangan poliklinik.<br \/>\nKegiatan desinfeksi pernah dilakukan pada Tahun 2022 pada kasus Embarkasi Haji karena terdeteksi adanya Jamaah Haji yang reaktif antigen sehingga perlu dilakukan tindakan desinfeksi pada ruangan poliklinik dan Gedung Jeddah.<\/p>\n<p>C.\tTINDAK LANJUT DAN REKOMENDASI  PERTEMUAN FOOD HANDLER<br \/>\n1.\tPendataan kembali nama kader kesehatan di KKP Semarang Wilker Bandara Adisoemarmo.<br \/>\n2.\tUsulan SK Kader kesehatan untuk KKP Semarang Wilker Bandara Adisoemarmo Tahun 2023.<br \/>\n3.\tPemberian kaos lapangan dan transport bagi kader kesehatan.<\/p>\n<p>D.\tPENUTUP<br \/>\nDemikian kegiatan pelaksanaan pertemuan tinjauan lapangan kader kesehatan  di KKP Semarang Wilayah kerja Bandara Internasional Adisoemarmo  Tahun 2023.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5-3.jpg\" alt=\"\" width=\"745\" height=\"422\" class=\"alignnone size-full wp-image-2490\" srcset=\"https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5-3.jpg 745w, https:\/\/kespelsemarang.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5-3-300x170.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 745px) 100vw, 745px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan mengamanahkan Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai penanggung jawab penyelenggaran kekarantinaan kesehatan di wilayah pelabuhan\/bandara yang merupakan pintu masuk\/point of entry suatu negara\/wilayah.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2488,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2486"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2486"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2804,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2486\/revisions\/2804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kespelsemarang.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}