Pengawasan Penerbitan Dokumen Kesehatan Di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang Wilker Pelabuhan Batang

Permasalahan kesehatan dalam jangka panjang di Indonesia dari waktu ke waktu akan semakin kompleks. Terlihat pada tahun 2020 seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami Penademi Covid-19 yang sampai saat ini seluruh sektor terkait sedang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.504 pulau yang terdiri dari pulau besar/ kecil serta memiliki posisi yang sangat strategis karena diapit oleh dua benua dan dua samudera serta berada pada jalur lalu lintas perdangan internasional dengan banyaknya pintu masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini merupakan suatu peluang, tetapi juga merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan di masa Pandemi sepertini ini.

Kantor Kesehatan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan dan lintas batas darat negara ( Permenkes No. 2348/ Menkes/ PER/XI/2011).

Surveilans merupakan salah satu upaya perwujudan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Seiring dengan pentingnya program tersebut maka surveilans merupakan ujung tombak dari kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit. Data-data dan kajian epidemiologi yang diperoleh dalam kegiatan surveilans memberikan masukan terhadap tindakan epidemiologi terbaik dalam mencegah, menurunkan kejadian, mengendalikan dan memberantas penyakit menular.

Berikut hasil pengawasan penerbitan dokumen kesehatan kapal KKP Semarang Wilker Pelabuhan Batang pada bulan Januari 2021:

1. Hasil Pengawasan Kedatangan Kapal dari Daerah Terjangkit melalui penerbitan COP bulan Januari 2021

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat jumlah kedatangan kapal dari daerah terjangkit yang diterbitan dokumen COP pada bulan Januari 2021 sebanyak 9 dokumen, kedatangan tertinggi pada minggu ke tiga sejumlah 3 kapal, dan untuk minggu lainnya dengan jumlah 2 kapal per minggu nya. Kapal yang datang ke pelabuhan Batang pada Bulan Januari di minggu pertama keduanya berasal dari Batam yaitu kapal TB. United II dan BG Sanjaya 5. Pada minggu ke 2 Kapal yang datang berasal dari Muara Baru dan Tegal. Selanjutnya minggu ke tiga 2 Kapal berasal dari Jepara dan 1 Kapal dari Tegal. Untuk minggu ke 4 yang yang datang ke pelabuhan Batang berasal dari Tanjung Perak dan Tegal.


2. Hasil pengawasan keberangkatan kapal melalui penerbitan dokumen PHQC bulan Januari 2021

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat jumlah keberangkatan kapal dan diterbitkan dokumen PHQC pada bulan Januari 2021 sebanyak 139, keberangkatan tertinggi pada minggu ke satu sejumlah 65 kapal, dan keberangkatan terendah pada minggu ke tiga yaitu sebesar 11 kapal. Kebanyakan kapal yang berangkat dari Pelabuhan Batang adalah Kapal yang akan menuju ke Laut lalu kembalilagi ke Pelabuhan Batang.

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat bahwa hasil pengawasan kesehatan ABK yang berangkat dari Pelabuhan Batang pada bulan Januari 2021 ini sebanyak 1920 ABK, jumlah ABK yang berangkat tertinggi pada minggu ke I sejumlah 896 orang, dan yang berangkat terendah pada minggu ke III sejumlah 122 orang. Semua ABK yang berangkat dalam keadaan sehat yaitu tidak menderita sakit dan memiliki risiko penyakit menular dan potensial wabah.

3. Hasil Pengawasan Sanitasi Alat Angkut (Kapal) melalui Penerbitan SSCEC/SSCC Bulan Januari 2021

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat bahwa Pengawasan sanitasi alat angkut (kapal) dalam rangka penerbitan dokumen SSCEC/ SSCC pada bulan Januari ini sejumlah 53 dokumen, pemeriksaan tertinggi pada minggu ke I yaitu sebanyak 23 kapal, dan pemeriksaan terendah pada minggu ke III sejumlah 1 kapal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil 53 kapal dalam kondisi sanitasi baik diterbitkan dokumen SSCEC.

4. Hasil Pengawasan Penerbitan Buku Kesehatan (Health Book) Bulan Januari 2021

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat jumlah Dokumen Buku Kesehatan yang diterbitkan pada bulan Januari 2021 sebanyak 7 dokumen, Permohonan tertinggi pada minggu ke tiga sejumlah 3 Buku Kesehatan, dan untuk minggu 1 ada 2 Permohonan Buku kesehatan serta Minggu 2 dan 3 hanya ada 1 permohonan Buku Kesehatan.


5. Hasil Pengawasan Penerbitan Obat obatan pada alat angkut Kapal melalui Penerbitan Sertifikat P3K Bulan Januari 2021

Dari hasil grafik diatas dapat terlihat bahwa Pengawasan obat obatan di alat angkut (kapal) dalam rangka penerbitan dokumen P3K pada bulan Januari ini sejumlah 53 dokumen, pemeriksaan tertinggi pada minggu ke I yaitu sebanyak 23 kapal, dan pemeriksaan terendah pada minggu ke III sejumlah 1 kapal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil 53 kapal dalam kondisi lengkap obat obatan nya dan diterbitkan dokumen P3K.

6. Hasil Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Kesehatan Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Batang Bulan Januari 2021

Dari hasil grafik pemeriksaan kelengkapan dokumen kapal yang yang berangkat dari Pelabuhan Batang yaitu meliputi Buku Kesehatan, sertifikat SSCEC, sertifikat P3K, dan crew list pada bulan Januari 2021 yaitu semua kapal memiliki dokumen yang lengkap dan valid.

Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa semua kapal yang berangkat dari pelabuhan Batang bulan Januari 2021 sudah dilakukan pengawasan kekarantinaan, dan semua kapal dalam kondisi baik dan sehat saat berangkat, tidak membawa faktor risiko PHEIC.


Penulis : Yuninda Fajar K.H, SKM




















Kategori Berita

Arsip File