Penyelenggaraan kekarantinaan di pintu masuk negara di Jawa Tengah dalam kesiapsiagaan Covid-19

Perkembangan teknologi transportasi menyebabkan meningkatnya kecepatan waktu tempuh perjalanan antar negara yang lebih cepat dari masa inkubasi penyakit sehingga memperbesar risiko masuk dan keluar penyakit menular. International Health Regulation (IHR) 2005 mengharuskan Indonesia meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam surveilans dan respon serta kekarantinaan pada pintu-pintu masuk dan karantina wilayah.

Upaya cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara menjadi hal yang sangat penting dan vital. Kantor Kesehatan Pelabuhan memiliki tugas dan fungsi pokok dalam rangka deteksi, pencegahan dan respon terhadap suatu potensi kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular dan/atau kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, dan kontaminasi kimia (NUBIKA), dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara yang disebut dengan istilah KKMMD (kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia).

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang memiliki 3 pintu masuk negara yaitu Bandara Internasional Ahmad Yani, Bandara Internasional Adi Sumarmo dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Bandara Internasioan Ahmad Yani dan Bandara Internasional Adi Sumarmo setiap tahun ada kedatangan kapal dari luar negeri.

Data pada tahun 2019 jumlah kedatangan kapal dari luar negeri di pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejumlah 383 kapal luar negeri, artinya rata-rata per bulan ada 31 kedatangan kapal dari luar negeri. Sedangkan kedatangan pesawat dari luar negeri di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sejumlah 820 /tahun, dan di Bandara Internasional Adi Sumarmo sejumlah 416/tahun. Tentu hal ini menjadi risiko yang besar terhadap potensi masuknya penyebaran penyakit yang dapat menimbulkan KKMMD.


Gambar petugas dengan APD lengkap saat melakukan pemeriksaan orang yang diduga masuk orang dalam pengawasan Covid-19

Situasi global saat ini , Covid 19 telah ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/ Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak tanggal 30 Januari 2020. Berdasarkan data who tanggal 3 Maret 2020, Jumlah negara terkonfirmasi ada 72 negara (yang termasuk negara terjangkit yang sudah ada transmisi lokal sejumlah 21 negara), jumlah total kasus konfirmasi 90.870 , dengan jumlah kematian sebesar 3.112 (Case Fatality Rate 3,4 %). Penyelenggaran kekarantinaan di pintu masuk negara di Jawa Tengah dalam rangka kesiapsiagaan terhadap Covid 19 , Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang melakukan :

1. Telah melaksanakan koordinasi dengan seluruh lintas sektor terkait di Pintu Masuk dan wilayah untuk mengaktifkan rencana kontijensi penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) yang telah disusun di pintu masuk

2. Telah mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) penanggulangan KKM, dan memastikan kesiapan peralatan dan sarana prasarana dalam rangka deteksi, prevensi dan respon.

3. Telah meningkatkan kapasitas TGC melalui simulasi penanganan PHEIC di pintu masuk.

4. Telah meningkatkan pengawasan lalu lintas orang pada saat keberangkatan dan kedatangan menggunakan alat pemindai suhu (thermal scanner maupun thermometer infra red), membagikan Health Alert Card (HAC) di atas alat angkut sebelum kedatangan, serta melakukan analisis terhadap HAC untuk mengetahu riwayat perjalanan sebelum dan sesudah ke Indonesia

5. Telah meningkatkan pengawasan terhadap alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk pada saat kedatangan dan keberangkatan.

6. Setiap alat angkut yang dating dari negara terjangkit dilakukan boarding ke atas pesawat/kapal di zona karantina/ remote area untuk memastikan tidak ada penumpang yang mempunyai gejala demam, batuk, pilek, sesak maupun gangguan pernafasan lainnya sesuai dengan tanda dan gejala Covid-19

7. Jika menemukan penumpang/kru/ awak yang bergejala demam, batuk, pilek , sesak maupun gangguan pernafasan lainnya sesuai dengan tanda dan gejala Covid-19, dilakukan tindakan rujukan sesuai SOP untuk penyakit Emerging.

8. Terhadap alat angkut yang membawa penumpang sakit dilakukan tindakan disinfeksi sesuai dengan SOP

9. Setiap petugas yang melaksanakan boarding ke atas alat angkut menggunakan APD sesuai dengan standar

10. Meningkatkan upaya promosi kesehatan dan komunikasi risiko yang kondusif baik kepada kru, penumpang kapal/pesawat dan masyarakat pintu masuk

11. Melakukan pemantauan perkembangan situasi penyakit Covid-19 secara global dan nasional

12. Segera memberikan notifikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat apabila menemukan pasien dalam pengawasan kepada Dirjen P2P melalui PHEOC , Telp.Mobile PHEOC 0877-7759-1097 , WA 0878-0678-3906 , email : poskoklb@yahoo.com

Penulis : Nur Idayanti, SKM



















Kategori Berita

Arsip File