Peran Serta KKP Semarang dalam penanganan banjir di Jepara

Sejak Hari Sabtu (17 Januari 2014) sebagian wilayah Kabupaten Jepara mengalami bencana banjir. Terutama di wilayah dataran rendah pantai utara dan sekitar sungai. Puncak banjir terjadi pada hari Selasa (21/1/2014) kemarin. Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) I dan II di Desa Ketilengsingolelo Welahan dan jebolnya beberapa tanggul sungai salah satunya tanggul Sungai Pecangaan. Hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi di sekitar daerah Jepara.

Setidaknya terdapat 25 desa dari 7 kecamatan yang ada di Jepara Selatan terendam banjir antara lain Welahan, Mayong, Kalinyamatan, Nalumsari, Tahunan, Kedung dan Pecangaan. Desa yang paling parah terdapat di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan dan Desa Ketilengsingolelo Kecamatan Welahan, hampir seluruh wilayah dari kedua desa tersebut terendam banjir. Jumlah penduduk yang terdampak (terganggu aktifitasnya) sekitar 71.185 jiwa (data di dapat dari BPBD Kabupaten Jepara).

Jumlah korban pengungsian pasti belum diketahui, karena pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan petugas yang ada di lapangan. Namun diperkirakan sudah ada lebih dari 10.000 jiwa yang mengungsi dan sebagian besar terdiri dari lansia dan anak-anak. Posko pengungsian dipusatkan di Kantor Kecamatan masing-masing daerah yang terkena banjir. Selain di Kantor Kecamatan, para pengungsi juga menempati sekolah dan masjid-masjid yang ada di sekitar lokasi banjir. Mayoritas warga korban banjir mulai terserang gejala masuk angin dan gatal-gatal karena kutu air.

Tim evakuasi dan pendistribusian logistik bantuan terdiri dari KKP Semarang Wilker Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Bakorwil Pati, PMI, BPBD, Jepara Rescue, Basarnas, SAR Kaupaten. Jepara, Wapalhi, Dinsos, Ubaloka Jepara, Sarda Jateng, Kodam, Baguna, Dishub Jepara, Kepolisian dan Satpol PP. Sampai Hari Rabu (22/1/2014) Sore terjadi penyusutan di beberapa lokasi banjir, namun jalan untuk menuju ke Jepara baik dari Demak, Kudus maupun Pati masih terputus.

Hari ini (Kamis, 23/1/2014) Tim Gerak Cepat KKP Semarang bergerak dari kantor induk di Semarang untuk menyalurkan bantuan. Bantuan berupa pakaian, sarung dan obat-obatan yang saat ini sangat diperlukan oleh pengungsi. Bantuan berasal dari dana pribadi seluruh karyawan KKP Semarang dan dari KKP Semarang. (Tim Gerak Cepat/TGC KKP Semarang dan Wilker Jepara)

 

 

Kondisi banjir di pemukiman Kaupaten Jepara

Salah satu posko pengungsi di Kec. Pecangaan

Koordinasi KKP Semarang wilker Jepara dengan BPBD Kabupaten Jepara

 



















Kategori Berita

Arsip File