Simulasi Penanggulangan Pandemi Ebola Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

KKP Kelas II Semarang, pada hari Kamis Tanggal 4 Desember 2014 mengadakan acara Simulasi Penanggulangan Pandemi Ebola di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Acara ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan kewaspadaan dini untuk mengantisipasi ancaman masuknya penyakit virus Ebola ke Indonesia khususnya melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Saat ini, Ebola masih mewabah di Afrika Barat, dimana kasusnya telah mencapai 16.169 kasus, dengan 6928 kematian (data WHO,29 Nov 2014). Pelabuhan Tanjung Emas Semarang merupakan salah satu pintu masuk negara, termasuk kemungkinan masuknya ABK maupun penumpang dari negara terjangkit Afrika. Negara Afrika yang dinyatakan terjangkit Ebola yaitu Guinea, Liberia, Nigeria, Sinegal, Sierra Leone, Kongo, dan Mali. Negara Nigeria dan Sinegal saat ini telah dinyatakan bebas dari Ebola oleh WHO.

Acara Simulasi ini dilaksanakan oleh KKP Semarang dengan berkoordinasi dan melibatkan Sektor-sektor  terkait , seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, PT.Pelindo III Tanjung Emas, LANAL Semarang, DitPolair Polda Jateng, Kantor Bea dan Cukai, Kantor Imigrasi, Keagenan Kapal, DKK Semarang, RSUP dr.Kariadi Semarang, dan sebagainya. Dua hari sebelum acara simulasi, telah dilaksanakan pertemuan untuk merumuskan dokumen Renkon (Rencana Kontijensi) Penanggulangan PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan telah ditanda tangani oleh seluruh peserta pertemuan yaitu seluruh unsur maritim Pelabuhan Tanjung Emas serta sektor-sektor terkait penanggulangan PHEIC di Semarang.

Sebelum acara simulasi penanggulangan Ebola, dilaksanakan Apel bersama dengan Inspektur Upacara Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Usaha, Suwadji Sentot. Sedangkan yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kapten Yohanit dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang. Setelah dilaksanakan apel, para tamu undangan disuguhi dengan tarian Ngoser Banyumasan oleh sanggar tari UNNES. Setelah tarian selesai, acara Simulasi pun di mulai. Dalam simulasi ini diskenariokan bahwa kapal MV. Southern Pac yang akan singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dilaporkan Nakhoda ke Stasiun Radio Pantai bahwa terdapat seorang ABK yang mempunyai gejala yang mengarah ke Ebola, dengan riwayat perjalanan dari Liberia lima hari sebelumnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Stasiun Radio Pantai menyampaikan pesan tersebut ke KSOP Tanjung Emas, dan KSOP menyampaikannya ke Posko KKP Semarang. Atas rekomendasi KKP Semarang, Kapal berlabuh di zona karantina, KKP Semarang segera menyiapkan sarana prasarana, berkoordinasi dengan sektor terkait, menyiapkan tim medis penanganan pasien, tim verifikasi dan evakuasi, serta mendirikan tenda isolasi. Dalam simulasi ini diperagakan pendirian tenda isolasi, dimana Tenda ini memiliki berat 280 kg, dengan dimensi 11m x 5m x 3,2 m, dengan daya tampung pasien sekitar 10 orang. Tim tenda KKP Semarang terdiri dari 8 orang, dan berhasil mendirikan tenda dengan waktu hanya 5 menit. Selain peragaan pendirian tenda isolasi, diperagakan juga cara pemakaian baju APD (Alat Pelindung Diri) penanganan pasien suspek Ebola serta cara melepasnya. Baju APD Ebola merupakan baju yang menutup rambut sampai ujung kaki, dilengkapi masker N95, pelindung mata (gogle), sarung tangan dalam dan luar, serta penutup sepatu (shoes cover). APD lengkap ini dipakai oleh semua petugas yang berhubungan dengan pasien suspek Ebola, baik tim verifikasi, tim evakuasi, tim medis di tenda isolasi, maupun tim desinfeksi.

Acara simulasi ini berlangsung lancar dan mendapatkan apresiasi yang positif dari seluruh tamu undangan yang hadir. Dengan adanya simulasi ini diharapkan seluruh unsur maritim Pelabuhan Tanjung Emas dan sektor-sektor terkait benar-benar siap apabila suatu saat ada kasus Ebola yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan semua sektor memahami akan tugas dan perannya masing-masing. Tentunya, tidak hanya pada kasus Ebola saja, tetapi semua kasus yang berpotensi menimbulkan PHEIC harus disiapkan sistem kewaspadaan dini di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang semuanya itu telah termaktub dalam dokumen Rencana Kontijensi yang telah dirumuskan bersama oleh semua sektor yang terkait.  (Ariyanto, SKM)



Pelaksanaan Apel Bersama Sebelum Dimulainya Simulasi



Tari sambutan Ngoser Banyumasan oleh sanggar tari UNNES



Pendirian Tenda Isolasi



Peragaan Pemakaian Baju APD



Pasien Suspek Ebola ditangani sementara di Tenda Isolasi



Desinfeksi terhadap Tenda Isolasi dan Tempat-Tempat yang Terkontaminasi



Evakuasi ABK suspek ke tenda Isolasi dan ABK non suspek ke rumah singgah karantina



Foto Bersama Tim Simulasi Penanggulangan Pandemi Ebola

 















Kategori Berita

Arsip File