KKP Semarang Adakan Sosialisasi HIV/AIDS

Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, Pada hari Jumat tanggal 28 November 2014, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang mengadakan acara sosialisasi HIV/Aids. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Hadir dalam acara ini stake holder yang berkaitan dengan pengendalian HIV/ Aids dan narkoba di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, PT. Pelindo III, Dinas Kesehatan Kota Semarang, LANAL Semarang, KPPP Tanjung Emas, Klinik PHC Tanjung Emas, DPC INSA, DPC PELRA, TKBM, paguyupan karaoke, paguyupan ojek, perwakilan anak buah kapal, kader kesehatan, LSM Kalandara, LSM Griya ASA dan sebagainya. Acara ini ditujukan untuk mensosialisasikan pentingnya pencegahan HIV/Aids yang merupakan ancaman global dimana kasusnya cenderung meningkat setiap tahunnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KKP Semarang, Priagung Adhi Bawono,SKM,M.Med.Sc(PH) sekaligus menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Kepala KKP Semarang mengatakan bahwa HIV/Aids merupakan permasalahan internasional yang penanggulangannya memerlukan kerjasama lintas sektor, baik instansi pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat. Materi pada acara sosialisasi ini disampaikan oleh tiga narasumber yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah KKP Semarang, dr.H. Arqu Aminuzzab.

Narasumber pertama yaitu dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bidang P2PL Dinkes Prov Jateng, Ahmad Saifudin, SKM, M.Kes. Pada materi ini disampaikan tentang Peran Masyarakat dan Keluarga Dalam Mereduksi Stigma ODHA Dalam Rangka Perlindungan HAM.  Ahmad Saifudin mengatakan bahwa kasus HIV/Aids di Jateng mencapai 10.000 kasus, yaitu 5.392 kasus HIV dan 4.608 kasus Aids, dengan kematian 1029 orang. Jumlah tersebut hanya merupakan kasus yang dilaporkan ke Dinkes Prov Jateng, sedangkan kasus yang tidak dilaporkan diperkirakan jauh lebih banyak lagi. Untuk menanggulangi HIV/Aids hendaknya tidak mengucilkan penderita, tetapi justru mengarahkan, melindungi, diajak berperan aktif untuk bersama-sama mengkampanyekan pencegahan HIV/Aids. Kunci dari pencegahan HIV/Aids yaitu menahan hawa nafsu, setia pada pasangan, menggunakan kondom pada kelompok berisiko, menghindari Narkoba, dan pendidikan tentang HIV/Aids sejak usia dini.

Narasumber kedua adalah Kepala KKP Semarang, Priagung Adhi Bawono, SKM, M.Med.Sc(PH). Dalam materinya, yaitu Peran KKP dalam Pencegahan Penyebaran HIV/Aids di Pelabuhan Tanjung Emas, Kepala KKP Semarang mengatakan bahwa semua wilayah Pelabuhan/bandara merupakan daerah risti penyebaran HIV/Aids karena merupakan keluar masuknya lalu lintas alat angkut yang membawa manusia antar pulau dan antar negara. Langkah KKP untuk mengendalikan HIV/Aids antara lain dengan melakukan sosialisasi dan advokasi program HIV/Aids, promosi pencegahan HIV/Aids, menyediakan layanan terkait HIV/Aids melalui klinik VCT, menyiapkan sistem rujukan dan tatalaksana kasus HIV/Aids, program pengendalian HIV/Aids secara berkelanjutan, pengembangan sumber daya (manusia, peralatan, dana, dll), dan jejaring kemitraan dengan stake holder terkait.

Materi ketiga disampaikan Yakobus Kristono yang merupakan pendiri sekaligus ketua LSM Kalandara, yang menyampaikan materi tentang Peran Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV/Aids. Yakobus mengatakan bahwa kasus HIV/Aids di Jawa Tengah cukup tinggi dan penderitanya tidak hanya pada populasi berisiko saja tetapi sudah sampai pada populasi ibu rumah tangga. Dan diperkirakan jumlah penderita HIV/Aids dari kalangan ibu rumah tangga ini tiap tahunnya akan terus meningkat karena pasangannya merupakan kelompok lelaki berisiko. Untuk mencegah penyebaran HIV/Aids, hal yang sangat penting dilakukan di masyarakat yaitu dengan memfasilitasi masyarakat terutama pada kelompok-kelompok berisiko beserta pasangannya dan pada wanita hamil agar sedini mungkin memeriksakan diri apakah positif HIV/Aids atau tidak, memperkuat nilai budaya dan agama, memberikan dukungan moral pada penderita HIV/Aids, serta saling memberikan informasi tentang bahaya HIV/Aids dan narkoba di kalangan keluarga, masyarakat, komunitas, maupun paguyupan yang ada di masyarakat.

Para peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh para nara sumber dan aktif bertanya pada sesi tanya jawab. Acara ditutup oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang dengan poin penting yaitu mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk  melakukan pencegahan HIV/Aids dengan menyebarluaskan informasi tentang bahaya HIV/Aids dan Narkoba baik di keluarga, di lingkungan kerja, maupun di masyarakat. (Ariyanto, SKM)

 


Sambutan Kepala KKP Semarang, Priagung Adhi Bawono, SKM,M.Med.Sc(PH)



Materi Oleh Kasie Pengendalian Penyakit Dinkes Prov Jateng, Ahmad Saifudin, SKM, M.Kes



Materi oleh Ketua LSM Kalandara, Yakobus Kristiono



Foto Bersama Narasumber dan Peserta Sosialisasi

 















Kategori Berita

Arsip File