Rapat Evaluasi PPIH Bidang Kesehatan Debarkasi Haji SOC 2014 M / 1435 H

Seiring dengan seluruh kloter SOC telah kembali ke tanah air, Tim Penyelenggaraan Kesehatan Haji (TPKH) Debarkasi SOC kembali melakukan rapat evaluasi terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji debarkasi SOC. Rapat Evaluasi dilaksanakan ada hari Jumat , tanggal 7 Nopember 2014 di Gedung Madinah , Asrama haji Donohudan, Boyolali pukul 12:00 WIB


Acara rapat evaluasi sedang dimulai yang difasilitasi oleh sekretaris TPKH

Rapat evaluasi diikuti oleh TPKH yang terdiri atas kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dan RS. dr. Moewardi, Solo dan RS. AURI. Rapat difasilitasi oleh sekretaris TPKH (Badar Kirwono, SKM, M.Kes) dan dibuka oleh ketua TPKH dalam hal ini kepala KKP kelas II Semarang (Priagung Adhi Bawono, SKM, M.Med.SC.(PH)) sekaligus pemaparan hasil penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji 2014 H.

Beberapa hal yang disampaikan dalam paparan ketua TPKH:

- Jemaah haji SOC yang tiba di tanah air Bandara Adi Sumarmo sejumlah 26.371 orang terdiri dari laki-laki 12.417 orang, dan jemaah haji perempuan 13.954 orang.

- Sebagian besar pesawat datang mundur (69 %), maju (31 %).

- Jemaah tanazul 23 orang , disebabkan karena alasan sakit (terdiri dari laki-laki 15 orang, perempuan 8 orang).

- Jemaah haji yang masih di Arab Saudi 4 orang.

- Jemaah yang dirujuk di RS. Rujukan (RS. Dokter Muwardi) 74 orang (terdiri dari 45 orang, 29 orang). Sebagian besar karena penyakit DM (19,2 %).

- Jemaah yang di rawat jalan : 603 orang, terdiri dari 309 orang laki-laki, 294 orang perempuan.

- Pengambilan usap nasopharing untuk skreening meningitis meningokokus sebanyak 1300 sampel dari 1.337 sampel.

- Dari hasil pemeriksaan usap nasopharing ada 4 orang positif , terdiri dari 3 orang positif Neisseria meningitis tipe B, dan 1 orang positif tipe D, dan saat ini sudah dilakukan pelacakan dan pengobatan profilaksis terhadap orang-orang yang kontak dengan jemaah tersebut.

- Jumlah pengawasan MERS-CoV ada 31 orang , dari jumlah tersebut 12 orang dirujuk ke RSDM untuk tata laksana lebih lanjut dan 19 orang pemantauan di daerah.

- Jemaah haji SOC yang wafat di Arab Saudi ada 58 orang , sebagian besar karena penyakit cardiovaskuler

- Jemaah wafat di debarkasi ada 5 orang (terdiri dari 4 orang wafat di RSDM, 1 orang wafat di pesawat)

- Kegiatan pengendalian risiko lingkungan (PRL) terdiri dari pemeriksaan organoleptik 909 sampel ( ACS 696 sampel, Muria catering 213 sampel), inspeksi sanitasi catering pesawat 30 kali, inspeksi sanitasi catering asrama 28 kali, pemeriksaan air bersih 140 kali, tindakan fogging 16 HA, disinfeksi 5 kali.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Beberapa hal yang didiskusikan sebagai berikut:

- Pemantauan thermo scanner ada kendala kurangnya petugas, namun dapat diatasi dengan pengaturan jadwal thermo scanner.

- Kalibrasi alat seperti pengukur suhu tubuh (auriculer) mohon dilakukan mengingat hasil pengukuran dengan alat yang berbeda hasilnya juga berbeda.

- Kedepan mohon ada petugas surveilans di Rumah sakit yang memantau jemaah haji di RS tersebut.

- Sosialisasi pentingnya BKJH bagi jemaah haji, mengingat jumlah penggantian K3JH jumlahnya cukup banyak 2012 dikarenakan BKJH tidak dibawa pada tas kalung.

- Kedepan perlu juga dilakukan survei pengambilan sampel MERS-CoV untuk menilai sejauh mana perkembangan masuknya penyakit tersebut.

- 8 sampel untuk penegakan MERS-CoV yang dikirim ke Litbangkes semuanya hasilnya negatif

- Pengambilan sampel MERS-CoV di debarkasi SOC sangat diapresiasi oleh pusat hal ini sebagai salah satu langkah kewaspadaan dini terhadap MERS-CoV

- Masukan dari TKHI pemasangan gelang risti untuk jemaah haji mohon dipasang sejak di embarkasi, dan evaluasi nya penetapan risti di BKJH berbeda faktanya kondisi jemaah haji di lapangan.

- Perbedaan persepsi kriteria yang dirujuk untuk jemaah haji yang layak berangkat karena belum ada SOP dari pusat, kedepan puskeshaji akan menyusun SOP tersebut

- Thermo scanner penting untuk salah satu kewaspadaan di pintu masuk negara , sehingga perlu dipelihara dengan baik

- Pemeliharaan alat perlu ditingkatkan (thermo scanner, auruculer, tensimeter, glukometer)

- Koordiasi kedepan dengan RSDM akan lebih baik terkait keperluan yang dibutuhkan untuk pelayanan embarkasi/ debarkasi SOC

- Dinkes Boyolali selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan kerja sama TPKH dan semoga perbaikan untuk tahun depan beberapa catatan yang perlu diperhatikan

Selanjutnya acara ditutup oleh ketua TPKH, dalam penutupannya beliau menyampaikan ucapan apresiasi atas kerja sama TPKH 2014 dan mohon maaf jika ada salah kalimat, dan tingkah laku.


Peserta rapat evaluasi debarkasi SOC mengikuti jalannya rapat

Demikian acara rapat evaluasi pembinaan dan pelayanan kesehatan haji debarkasi haji SOC 2014.
Penulis : Nur Idayanti, SKM















Kategori Berita

Arsip File