Laporan akhir pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Debarkasi Haji Adi Sumarmo SOC 1435 H/ 2014 M

1. Jemaah haji Solo ke Arab Saudi dengan total jemaah dan petugas sejumlah 26.443 orang, dengan jumlah jemaah risti 63,9 %. Pelayanan dan pembinaan jemaah haji menjadi tanggung jawab Pemerintah sampai kepulangan jemaah haji.

Perkembangan Kasus Mers-CoV di Arab Saudi terus meningkat. Laporan WHO per tanggal 3 Nopember 2014, ada 12 kasus baru dari Arab Saudi (5 diantaranya meninggal dunia). Tetapi saat ini belum ada kasus untuk jemaah umroh dan haji. Jumlah total kasus Mers-COV di dunia mencapai 897 kasus, dengan total kematian 325 orang (CFR : 36,23 %). Jemaah haji Solo merupakan populasi rentan untuk terjangkit Mers-CoV.

Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pengawasan dan pengendalian terhadap kasus Mers-CoV. Selain itu juga perlu pengawasan terhadap penyakit Ebola, serta kasus lain yang berpotensi menimbulkan KLB (keracunan, Meningitis, dan penyakit menular lain). Disamping itu juga peningkatan surveilans epidemiologi terhadap kasus jemaah haji Debarkasi SOC.

2.Maksud dan Tujuan
Memberikan gambaran hasil kegiatan pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi debarkasi haji SOC 2014

3.Ruang Lingkup
Ruang lingkup tentang kegiatan pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi.

4.Dasar
SK Tim Penyelenggaraan Kesehatan Haji

B. Kegiatan yang dilaksanakan
1.Melakukan pegamatan dan pelacakan terhadap kondisi yang dapat menimbulkan KLB dan PHEIC serta sesegera mungkin melakukan tindakan penanggulangan seperlunya
2.Melakukan pengawasan dan pelacakan Mers-CoV dan Ebola
3.Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan termo scanner
4.Melaksanakan pengawasan terhadap penggantian K3JH
5.
Melakukan pengamatan dan pengawasan terhadap pasien rujukan

C. Hasil yang dicapai
1.Pengawasan terhadap MERS-CoV dan Ebola
a.Pengawasan MERS-CoV

Sampai tanggal 6 Nopember 2014 pukul 10:00 sampai kloter 71, jumlah total jemaah dalam pengawasan Mers-CoV sejumlah 31 orang. 

Gambar jumlah jemaah pengawasan Mers-CoV berdasarkan asal daerah

Berdasarkan gambar di atas sebagian besar jemaah haji pengawasan Mers-CoV berasal dari Kab.Purbalingga (22,6 %), Kab. Brebes dan Kab. Pemalang masing-masing (9,7 %).

Berdasarkan jenis kelamin sebagian adalah jemaah wanita , tetapi hampir seimbang, seperti pada tabel :

Berdasarkan jenis pemantauan :

Berdasarkan gejala dan tanda pemantauan sebagian besar adalah diagnosa ISPA dengan gejala dan tanda demam dan batuk (54,8 %).

b. Pengawasan Ebola

Pengawasan Ebola sampai kloter terahir jumlah : nihil (belum ada kasus jemaah / petugas dalam pengawasan ebola)

2.Pengawasan penyakit menular

Jumlah pengawasan penyakit menular ada 12 orang, berikut rinciannya:

Berdasarkan tabel di atas sebagian besar adalah conjungtivitis (7 orang). Dirujuk ke RSDM 1 orang dengan hepatitis B, sedangkan conjungtivitis diberikan terapi, edukasi dan isolasi diri, dan kasus carrier meningitis dilakukan surveilans ketat di daerah oleh Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota setempat.

3. Pengawasan terhadap jemaah haji yang dirujuk

Sampai kloter 71, jumlah total jemaah haji yang dirujuk 91 orang (termasuk menolak dirujuk). Dengan rincian , jumlah jemaah dirujuk di RSDM 74 orang (yang masih di RS 6 orang), rujuk ke RS daerah 17 orang (menolak dirujuk di RSDM). Jenis penyakit rujukan debarkasi sebagian besar karena broncopnemonia dan DM 19,2%, diikuti Bronco pneumonia 13,3%.

NB : Beberapa jemaah dapat mempunyai lebih dari 1 penyakit

Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar pria berjumlah 52 orang (57 %), sebagai berikut:

4.Jemaah Haji Meninggal di Debarkasi

Total jemaah haji yang meninggal di debarkasi 5 orang, dengan rincian :

a.Jamaah yang meninggal di RSDM

Ada 3 orang yang meninggal di RSDM, dengan rincian

1). Ibu RWS (54 tahun) asal kloter 2, Kab. Brebes dengan diagnosa penyakit Bronco pnemonia.

2). Bapak ADN (77 tahun) asal kloter 25 (ex kloter 62), Kab. Kebumen, dengan diagnosa PPOK + Pneumonia + Atrial Fibrilasi

3). Ibu SKD (79 tahun) asal kloter 21 (ex.kloter 66), Magelang, Diagnosa CRF stadium V

4), Bapak SBS (65 tahun), asal kloter 50 tanazul kloter 38, Kab. Boyolali , diagnosa DM tipe 2, Hepatitis B, TB paru dengan efusi pleura, CRBBB

b. Jamaah yang meninggal di pesawat:

1). Ibu MSM (65 tahun) asal kloter 30 (ex 64), Kab.Kebumen, diagnosa COPD + TB Paru

5. Pengawasan penggantian K3JH
Sampai kloter 71 , jumlah penggantian K3JH : 2012 orang, 1039 pria, 973 wanita

6. Pengawasan pelaksanaan termo scanner
Sampai kloter 71 , jumlah termo scanner : 287 orang, namun diukur ulang dengan menggunakan alat pengukur suhu auriculer ada 22 orang dengan suhu di atas 38 0C (diberi terapi, masker, edukasi dan pemantauan di daerah)

7. Pengawasan Ibu hamil :
Jemaah haji dengan kondisi hamil ,semua sudah kembali 3 orang (kembali dalam keadaaan sehat dan tidak ada gangguan kehamilan)

8. Diseminasi dan Informasi
Untuk pengamatan dan pengawasan terhadap suspect Mers-CoV dan ebola , unit PKSE telah melakukan diseminasi dan informasi setiap hari.


D. Temuan Masalah dan Solusi

Temuan Masalah :

1.RS. Rujukan Mers-CoV (RSDM) tidak ada pemeriksaan PCR/ laboratorium untuk penegakan diagnosa laboratorium Mers-CoV, sehingga harus dikirim ke Litbangkes, Kemenkes. Dan dibutuhkan media transport untuk pengiriman sampel ke Litbangkes.
2.BKJH banyak yang tidak dibawa di tas kalung, hal ini penggantian K3JH sudah cukup tinggi mencapai 1932.
3.Tidak ada petugas surveilans di Rumah Sakit untuk memantau jemaah yang dirujuk.

Solusi :

- Koordinasi dengan RSDM agar ada ada petugas surveilans di RS
- Peningkatan sosialisasi terkait pentingnya BKJH mulai dari daerah, embarkasi dan dokter kloter
- Koordinasi dengan BLK Prop. Jateng untuk dukungan media transport sampel laboratorium

E. Simpulan dan saran

a.Simpulan

- Ada 31 jemaah yang dalam pengawasan Mers-COV, 19 pemantauan di daerah, 12 dirujuk di RSDM (2 diantaranya meninggal dengan diagnosa 1 orang broncopneumonia (hasil lab px MERS CoV litbangkes tak terbaca) dan 1 orang karena cardiac arrest/tidak mengarah ke MERS CoV).
- Total jumlah jemaah yang dirujuk 91 orang, di RSDM 74 orang dengan jenis penyakit terbanyak DM.
- Jemaah yang masih di RSDM 6 orang
- Jumlah jemaah yang meninggal di Debarkasi 5 orang.
- Jumlah pengawasan penyakit menular ada 12 orang.
- Jumlah penggantian K3JH ada 2012 orang
- Jumlah jemaah haji yang terdeteksi Thermo scanner ada 287 orang , dengan diukur ulang yang masih demam ada 22 orang.

b.Saran

- Peningakatan pengawasan kasus Mers-CoV dan Ebola dan penyakit berpotensi KLB serta penyakit lain.
- Peningkatan sosialisasi pentingnya BKJH bagi jamaah haji

F. Penutup

Demikian laporan ini dibuat .



Sosialisi K3JH, legalisasi dan promosi kesehatan tentang MERS-CoV di dalam bus


Screening suhu tubuh jemaah haji dengan thermo scanner sebagai upaya kewaspadaan dini terhadap PHEIC















Kategori Berita

Arsip File