Update info kewaspadaan PHEIC KKP Semarang pada Debarkasi Haji Surakarta

Pada masa debarkasi haji, selain melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan, tupoksi KKP Semarang sebagai koordinator TPKH (Tim Penyelenggara Kesehatan Haji) adalah melaksanakan fungsi cegah tangkal kasus PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) di pintu masuk negara khususnya melalui bandara Adi Soemarmo Surakarta. Pada saat ini, penyakit yang berpotensi PHEIC yang diwaspadai datang melalui jemaah haji adalah MERS CoV, Ebola, dan Meningitis Meningococcus.

Pada kewaspadaan kasus Mers CoV sampai berita ini diturunkan (tanggal 5 November 2014) atau sampai kloter 69, Jamaah yang masuk pengawasan MERS CoV sebanyak 31 orang, dengan rincian jemaah yang dirujuk ke RS dr Moewardi Surakarta sebanyak 12 orang dan yang langsung kembali ke daerah dalam pengawasan sebanyak 19 orang. Dari jumlah Jemaah yang dirawat di RS dr Moewardi, 3 orang dinyatakan sebagai suspek dan diambil sampelnya untuk dikirim ke Laboratorium Balai Litbangkes Kemenkes RI, yaitu Ny. R (kloter 2, Brebes), Tn. T (Kloter 45, Purbalingga), dan Ny.E (Kloter 55, Surakarta). Sampel yang dikirim merupakan specimen sputum, usap nasopharing, usap oropharing, dan serum yang diambil secara serial (tiga kali pengambilan). Kecuali pada kasus NY.R hanya dapat dikirim sampel serum dikarenakan Jemaah telah meninggal dunia. Dari ketiga sampel tersebut semuanya dinyatakan negatif oleh Laboratorium Balai Litbangkes.

Sementara itu, masih dalam kewaspadaan MERS CoV, TPKH juga melakukan sampling terhadap 6 Jemaah haji kloter 45 asal Purbalingga. Hal itu dilakukan sebagai langkah kewaspadaan karena berdasarkan informasi dari Tim TKHI, terdapat 1 Jamaah meninggal dunia di kloter tersebut di RS Arab Saudi yang dicurigai sebagai suspek MERS CoV (belum ada konfirmasi laboratorium). Dan dalam kloter tersebut ada 1 Jamaah (yaitu Tn.T yang dikirim ke RS Moewardi) yang mengarah ke suspek MERS CoV dan 5 Jamaah disekitarnya menunjukkan gejala klinis yang hampir sama walaupun masih relatif ringan. Sehingga sesuai kesepakatan tim medis dan surveilans keenam jamaah tersebut diambil sampelnya oleh BLK Prov Jateng untuk dikirim ke Balai Litbangkes. Dari keenam sampel tersebut semuanya dinyatakan negatif.

Pada pengawasan Meningitis, TPKH melalui BLK prov Jateng mengambil sampel usap nasopharing secara keseluruhan sebanyak 1337 Jamaah haji secara acak pada kloter 1,8,15,19,29,30,37,44, dan 52. Dari sampel yang diperiksa sampai berita ini diturunkan terdapat 4 Jemaah Haji yang dinyatakan positif Meningitis, yaitu Ny.C (Kloter 1 Brebes, Meningitis tipe B), Tn. M (Kloter 8 Kab.Tegal, Meningitis tipe D), Tn.S (Kloter 15 Demak, Meningitis tipe D), dan Ny I (Kloter 19 Kota Semarang, Menngitis tipe B). Dari hasil tersebut TPKH langsung berkoordinasi dengan Dinkes Prov Jateng untuk ditindaklanjuti ke lapangan dalam rangka Penyelidikan Epidemiologi dan melakukan tata laksana penanggulangan penyakit.

Pada pengawasan ebola, sampai saat ini tidak ada satu pun Jemaah yang mengarah ke indikasi penyakit Ebola. Dari pengawasan melalui thermoscanner yang disiagakan di pintu masuk penyambutan Jemaah haji, terdapat 281 Jemaah yang menunjukkan suhu > 38C, dan dicek ulang di poliklinik terdapat 22 Jemaah yang memang benar-benar menunjukkan suhu > 38C. Dari semua Jemaah dengan suhu tinggi tersebut telah dilakukan terapi medis beserta simptomp pendukungnya dan dikembalikan ke daerah dengan edukasi kesehatan dalam rangka kewaspadaan penularan penyakit.

Selama debarkasi sampai saat ini telah terdapat 90 Jamaah yang dirujuk (73 orang ke RS dr Moewardi dan 17 orang ke RSU daerah karena menolak rujukan ke RS Moewardi). Jemaah yang masih di rawat sampai saat ini masih 6 orang. Empat (4) orang Jemaah meninggal dunia di RS Moewardi, 1 orang meninggal di pesawat. Penyebab meninggal dari kelima Jamaah tersebut berturut-turut adalah shock septic (Broncho pneumonia), cardiac arrest (Atrial fibrilasi+pneumonia), asidosis respiratorik (CKD), shock cardiogenik (AMI+efusi pleura+ DM+hepatitis B), dan yang meninggal di pesawat akibat CPC/Chronic Passive Pulmonary Congestion (COPD+TB Paru). Dari kelima kematian tersebut tidak ada yang meninggal karena kasus PHEIC. (Ariyanto, SKM)



Pengambilan Usap Nasopharing dan Oropharing sebagai kewaspadaan terhadap MERS CoV



Pengambilan sampel darah/serum pada jemaah haj



Evakuasi Jemaah Haji yang meninggal di Pesawat



Screening Jemaah melalui thermo scanner dan cek ulang suhu tubuh dengan thermometer aurikuler















Kategori Berita

Arsip File