Membandingkan penyakit menular dan tidak menular

Saat ini Indonesia sedang menanggung beban ganda (double burden) dalam menghadapi permasalahan kesehatan. Beban tersebut yaitu bahwa disatu sisi permasalahan penyakit infeksi (menular) masih menjadi prioritas masalah kesehatan karena jumlahnya yang masih tinggi, dan di sisi lain perkembangan penyakit tidak menular juga semakin meningkat dikarenakan pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia yang serba instan (cepat). Penyakit menular dan tidak menular keduanya sama-sama berbahaya dan masih menjadi masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di dunia yang menuntut adanya program-program berkesinambungan untuk memberantas kedua penyakit tersebut. Menurut data Kemenkes RI, penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah Jantung Koroner yang merupakan jenis penyakit tidak menular, sedangkan nomor dua ditempati TBC yang merupakan jenis penyakit menular. Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Kemenkes RI Tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia yang telah terdiagnosis sebesar 0,5%, dan prevalensi penderita TBC yang telah terdiagnosis sebesar 0,4%.

Penyakit menular atau penyakit infeksi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu kuman/agen biologi seperti virus, bakteri, jamur, maupun parasit yang dapat ditularkan penderita kepada orang lain. Penularan penyakit ini dapat melalui udara, air, hubungan seksual, transfusi darah, makanan, melalui binatang/vektor penyakit, barang-barang yang terkontaminasi, dan sebagainya. Contoh penyakit menular adalah cacar, TBC, kholera, diare, rabies, antraks, hepatitis, HIV/Aids, polio, malaria, demam berdarah, dan sebagainya. Sedangkan penyakit tidak menular atau penyakit noninfeksi adalah suatu penyakit yang tidak disebabkan karena kuman melainkan dikarenakan adanya masalah fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Biasanya penyakit ini terjadi karena pola hidup yang kurang sehat seperti merokok, makanan, kurangnya olahraga, stres, cacat fisik, penuaan/usia, faktor lingkungan, faktor genetik dan sebagainya. Contoh penyakit tidak menular antara lain stroke, penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, asma, gagal ginjal, epilepsi, keracunan makanan, penyakit kejiwaan, dan sebagainya.

Penyakit menular dan tidak menular memiliki karakteristik masing-masing, karakteristik tersebut disajikan dalam tabel berikut ini:

Secara umum, baik penyakit menular maupun tidak menular dapat dicegah mulai dari diri sendiri, yaitu setiap individu dapat meminimalkan pola hidup yang tidak sehat dan memaksimalkan pola hidup sehat. Pola hidup tersebut antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat dan bergizi, menghindari stres, menghindari sex bebas, rokok, alkohol dan narkoba, pemberian imunisasi, serta aktif mencari informasi tentang seluk beluk kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan/kemampuan untuk hidup sehat dan mencegah berbagai macam penyakit. (Ariyanto, SKM)


Penyakit Jantung Koroner, salah satu penyakit tidak menular yang merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia dan dunia.



Penyakit TBC, penyakit menular yang merupakan pembunuh nomor dua di Indonesia.


Referensi:

1. Bustan, M.N. (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Cetakan 2. Jakarta: Rineka Cipta.

2. www.depkes.go.id

3. www.indonesia.indonesia.com

4. www.tanyadok.com














Kategori Berita

Arsip File