Faktor Risiko Terjadinya Kanker

Penyakit Kanker saat ini masih menjadi penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat karena tingkat mortalitasnya yang tinggi. Mortalitas yang tinggi ini biasanya terjadi karena penderita kanker baru memeriksakan penyakitnya ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur.

Kanker dapat terjadi pada berbagai jaringan dalam berbagai organ.
Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembang biakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. Prevalensi penyakit kanker di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 Kemenkes RI adalah sebesar 1,4 per mil atau 140 orang per 100.000 penduduk.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi. Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila ditangani sejak dini. Berdasarkan tempat terjadinya, kanker dibedakan menjadi:

1. Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.


2. Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang (seperti osteosarkoma), tulang rawan (seperti kondrosarkoma), jaringan otot (seperti rabdomiosarcoma), jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.

3. Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah.

4. Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh.

Pada umumnya, penyebab langsung suatu kanker sulit diketahui, karena kanker diakibatkan oleh multifaktor yang biasanya prosesnya berlangsung lama. Kanker diakibatkan karena adanya pertumbuhan yang tidak terkendali pada sel-sel jaringan organ tubuh yang disebabkan adanya kerusakan DNA. Kerusakan DNA tersebut menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Mutasi inilah yang berperan mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker adalah sebagai berikut:

Faktor Keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga yang memiliki riwayat kanker dalam keluarganya, memiliki resiko lebih tinggi menderita kanker tertentu dibandingkan keluarga lainnya. Misalnya resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Kelainan Kromosom
Kelainan kromosom meningkatkan risiko terjadinya kanker. Misalnya seseorang dengan sindroma Down, yang memiliki 3 buah kromosom 21, memiliki resiko 12-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia akut.

Faktor Lingkungan
Asap rokok meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih. Faktor lingkungan lainnya, yaitu Sinar Ultraviolet matahari serta radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) yang digunakan dalam sinar rontgen, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan bom atom yang jangkauan ledakannya dapat mencapai area yang sangat jauh. Pemaparan asbes juga dapat menyebabkan kanker paru-paru dan mesotelioma (kanker pleura). Resiko ini akan lebih besar jika pekerja asbes juga adalah seorang perokok. Selain itu juga adanya polusi oleh karbon monoksida (CO) dan Cadmium juga merupakan faktor risiko terjadinya kanker.

Faktor Makanan
Makanan juga merupakan faktor risiko penting penyebab terjadinya kanker. Makanan yang berisiko menimbulkan kanker antara lain makanan yang diasap, diasamkan, makanan yang mengandung pemanis buatan (siklamat, sacharin), penyedap rasa buatan (monosodium glutamat), pengawet buatan (nitrosamin), bahan pewarna buatan (rhodamin B), makanan yang sudah tengik, makanan yang digoreng dengan suhu yang sangat tinggi terutama lemak daging.

Faktor Terserang Virus
Virus yang dicurigai dapat menyebabkan kanker antara lain Virus Papilloma, Virus Sitomegalo, Virus Hepatitis B, Virus Epstein Bar, Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Infeksi parasit
Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karenaterjadinya iritasi menahun pada kandung kemih.Infeksi oleh Clonorchis, yang terutama banyak ditemukan di Timur Jauh, bisa menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

Faktor Perilaku
Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol. Selain itu, perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti pasangan.

Gangguan Keseimbangan Hormonal
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.

Faktor Kejiwaan
Stres berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

Radikal Bebas
Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai elektronbebas tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber-sumber radikal bebas yaitu pertama radikal bebas yang terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme. Kedua adalah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan, minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari. Dan yang ketiga radikal bebasyang diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak padaproses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stres berlebihan, baik stres secarafsik, psikologis,maupun biologis. (Ariyanto, SKM)


Gambar pertumbuhan sel kanker


Referensi:

1. www.depkes.go.id

2. www.id.wikipedia.org

3. www.dharmais.co.id

4. www.indonesiaindonesia.com














Kategori Berita

Arsip File