Waspadai penyebaran virus Mers-Cov dan Ebola saat berhaji


Jika pada musim haji tahun lalu (2013) Indonesia melakukan kewaspadaan terhadap virus MERS-CoV, pada musim haji tahun ini (2014) pun Indonesia masih melakukan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini mengingat sampai sekarang penularannya masih terus berjalan. Selain MERS-CoV, ada satu virus yang juga sangat diwaspadai penyebarannya di tanah suci, yaitu virus Ebola. Virus Ebola saat ini sedang mewabah di beberapa negara Afrika Barat. Sebagaimana diketahui, Arab Saudi pada musim haji merupakan tempat berkumpulnya manusia dari berbagai belahan dunia, jadi sangat berpotensi terjadi penularan berbagai penyakit termasuk MERS-CoV dan Ebola.

Virus MERS-CoV muncul sebagai new emerging diseases pada bulan September 2012 di Arab Saudi dan sampai saat ini selain bersirkulasi di Arab Saudi juga telah menyebar ke beberapa negara antara lain Jordania, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Francis, Jerman, Italia, Inggris, Amerika Serikat, Tunisia, Philipina, Malaysia, Libanon,
Belanda, dan Iran. Sedangkan virus Ebola merupakan penyakit yang sudah sejak lama muncul di Afrika yaitu sejak tahun 1976 yang sewaktu-waktu muncul kembali sebagai ancaman wabah di benua ini. Termasuk pada periode saat ini, dimana Ebola muncul pada sekitar bulan Februari 2014 di Guinea, Afrika Barat, dan saat ini telah menyebar ke beberapa negara di Afrika lainnya yaitu Liberia, Nigeria, Sierra Leone, dan data terakhir menyusul Senegal.

Seberapa bahayanya kedua virus ini bagi Jamaah haji Indonesia? Fakta-fakta tentang perbandingan penyakit ini disajikan pada tabel berikut ini:

Kedua penyakit ini sampai saat ini sama-sama belum pernah ditemukan di Indonesia dan WHO belum menyatakannya sebagai pandemi ataupun kegawatdaruratan International. Namun negara-negara di dunia termasuk Indonesia telah melakukan langkah-langkah kewaspadaan untuk menangkal kedua penyakit tersebut. Pada saat musim haji, untuk menghindari virus MERS-CoV dan Ebola, diharapkan Jamaah haji Indonesia selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti selalu mencuci tangan setelah beraktifitas dan sebelum makan, tidak makan disembarang tempat (memilih tempat penyedia makanan yang bersih), memakai masker saat di keramaian, hindari terlalu dekat dengan hewan-hewan peliharaan di Arab Saud (terutama unta) dan konsultasikan kepada petugas kesehatan yang mendampingi jamaah apabila mengalami gejala-gejala sakit, terutama yang mengarah ke gejala MERS-CoV dan Ebola. (Ariyanto, SKM)



 


Penggunaan masker, untuk mencegah penularan MERS-CoV



Penanganan penderita Ebola di salahsatu RS darurat di Afrika

 

Referensi:

1.www.who.int/csr

2.www.depkes.go.id

3.www.liputan6.com

4.www.id.wikipedia.org

 














Kategori Berita

Arsip File