Peningkatan kewaspadaan penyebaran Virus Ebola

Virus Ebola (Ebola Virus Disease/EVD) yang mewabah di beberapa negara Afrika Barat sejak awal Februari 2014 lalu, saat ini kasusnya meningkat tajam dan mendapatkan perhatian serius dari dunia Internasional. Data terbaru WHO yang dilaporkan pada tanggal 1 Agustus 2014 menunjukkan telah terdapat 1603 kasus ebola dengan 887 kematian. Kasus tersebut tersebar di empat negara yaitu di Guinea, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone. Dengan perincian kasus di Guinea terdapat 485 kasus (340 konfirmasi lab, 133 probable, and 12 suspect) dengan 358 kematian, Liberia terdapat 468 kasus (129 konfirmasi lab, 234 probable, and 105 suspect) dengan 255 kematian, Nigeria terdapat 4 kasus (0 konfirmasi lab, 3 probable, 1 suspect) dengan 1 kematian, dan negara Sierra Leone terdapat 646 kasus (540 konfirmasi lab, 46 probable, and 60 suspect) dengan 273 kematian.

Penyebaran EVD harus terus diwaspadai oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia, mengingat penyakit ini belum obatnya dan tingkat risiko kematiannya (CFR) mencapai 90%. Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi menyatakan bahwa Indonesia masih aman dari EVD, namun harus meningkatkan kewaspadaan.  Kepala Balitbangkes, Prof. Tjandra Yoga Aditama juga menegaskan bahwa hingga kini WHO belum memberikan peringatan berpergian (travel warning) ke negara terjangkit.

Namun CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat mengeluarkan semacam peringatan untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu (nonesential travel) ke negara di Afrika yang tengah terjangkit wabah ebola. Tapi yang terpenting, virus ebola menular melalui kontak langsung dengan darah atau sekret tubuh, dan feses. Virus tidak menular lewat udara sehingga penularan tergolong rendah kalau hanya di jalur penerbangan. Pada saat ini terdapat 39 bandara internasional di 35 negara yang punya penerbangan langsung ke negara terjangkit ebola. Negara-negara itu kebanyakan ada di Afrika, Eropa dan Amerika. Namun, ditegaskan tidak ada negara di Asia, termasuk Indonesia yang mempunyai jalur penerbangan langsung ke negara terjangkit.

Ebola dapat menyerang baik manusia maupun hewan. Hewan liar seperti kelelawar, kera, gorila,  simpanse, antelop hutan sangat rentan menderita ebola dan dapat menularkannya ke manusia. Hewan yang telah terkena virus ini bisa menularkan pada manusia lewat kontak keringat, darah, sekresi dan cairan tubuh lain. Ebola dapat dengan cepat menular antar manusia yang ditularkan dengan kontak langsung melalui jaringan tubuh, darah, sekresi, dan cairan tubuh lainnya. Dapat juga melalui kontak tak langsung, misalnya lewat cairan yang sudah terkontaminasi dengan virus yang berada pada manusia terinfeksi virus ebola. Gejala penyakit ini antara lain demam, nyeri otot dan sakit tenggorokan. Kemudian dengan cepat meningkat mengalami muntah, diare serta pendarahan internal dan eksternal. Masa inkubasi penyakit 2 21 hari

Di Afrika bagian barat, tempat paling banyak ditemukan kasus ebola, memiliki upacara pemakaman yang membuat pelayat melakukan kontak langsung dengan tubuh orang yang meninggal, termasuk meninggal karena ebola. Tentu saja hal ini meningkatkan penyebaran penyakit yang menyebabkan kematian ini. Seorang pria yang terinfeksi ebola tetap dapat menularkan virus melalui cairan sperma sampai tujuh minggu sejak dinyatakan sembuh dari penyakit ini. Orang-orang yang merawat anggota keluarga (yang terkena virus ebola) ketika sedang membersihkan muntah atau diare, mereka melakukan kontak dengan virus. Petugas kesehatan yang menangani pasien virus ebola pun memiliki risiko besar tertular. Dengan cara itulah, penyakit ini mudah ditransmisikan. Virus tersebut masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, bagian tubuh yang terluka, maupun bagian tubuh  yang memungkinkan masuknya cairan ke dalam jaringan. Ebola juga dapat bertahan hidup di luar tubuh penderita selama beberapa hari pada suhu ruang, sehingga sterilisasi ruangan maupun tempat-tempat yang terkontaminasi ebola juga harus dilakukan untuk mencegah penyebaran.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada tanggal 2 Agustus 2014 memutuskan untuk melarang masuk jamaah Haji dan Umrah dari negara-negara Afrika yang telah terkena epidemi Ebola. Dalam keterangan yang dibacakan jubir Departemen Kesehatan Saudi, Dr Khalid Mirghalani, mengatakan Kerajaan telah menetapkan sejak beberapa bulan yang lalu untuk memberlakukan larangan haji dan umrah bagi negara-negara yang terkena virus Ebola. Dr Khalid menambahkan bahwa pihaknya kini sedang berusaha mempersiapkan tim kesehatan di seluruh pintu masuk jamaah Haji dan Umroh untuk memantau dan mencegah menyebarnya virus tersebut menjelang ibadah Haji tahun 2014 ini. Karena Indonesia merupakan salah satu negara terbesar dalam mengirimkan jamaah haji dan umroh ke tanah suci, maka harus selalu diwaspadai kemungkinan penyebaran penyakit ini terutama menjelang musim haji tahun ini. (Ariyanto, SKM)


Seorang penderita EVD yang telah mengalami perdarahan internal dan eksternal yang sangat parah



Petugas dengan APD lengkap sedang merawat penderita EVD di penampungan sementara, Guinea Afrika.



 Petugas melakukan persiapan sterilisasi tempat-tempat yang diindikasi terkontaminasi EVD



 Proses pemakaman jenazah yang meninggal akibat EVD

Referensi:

1. www.who.int/csr

2. www.liputan6.com

3. www.pewarta.net

4. www.eramuslim.com

 














Kategori Berita

Arsip File