PERTAMA KALI !!! KKP SEMARANG MELAKUKAN SOSIALISASI KESEHATAN PENYELAMAN HIPERBARIK

Oleh: Imam Abrori, SKM*)
Semarang - Untuk kali pertamanya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang menggagas kegiatan Sosialisasi Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik Bagi Petugas dan Masyarakat di Karimunjawa. Kegiatan ini dilakukan di The Kelapa Karimunjawa Ressort pada tanggal 28-30 April 2014 yang dihadiri sebanyak 70 peserta yang terdiri dari: seluruh instansi lintas sektoral yang ada di Kecamatan Karimunjawa (meliputi: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (Kanpel Karimunjawa), Pos Angkatan Laut, Koramil, Polairud, Polsek, Kantor Perikanan Karimunjawa Jawa Tengah, Dinas Perikanan Kab. Jepara, Kecamatan Karimunjawa, Puskesmas, dan Kelurahan Karimunjawa), Perwakilan petugas KKP Semarang baik dari induk maupun wilayah kerja (wilker), serta penyelam-penyelam tradisional selaku perwakilan dari masyarakat Karimunjawa. 


Foto Bersama dengan Penyelam Tradisional Karimunjawa


Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KKP Semarang, Bapak Priagung Adhi Bawono, SKM., MMed. Sc (PH). Dalam sambutannya, beliau memaparkan Kegiatan ini sudah semestinya dilakukan mengingat semakin meningkatnya penyakit dan atau kematian akibat penyelaman dan hiperbarik di Kecamatan Karimunjawa, yang merupakan salah satu rintisan Wilayah Kerja KKP Semarang.

Kepala KKP Semarang, Bapak Priagung Adhi Bawono, SKM., M.Med Sc (PH) (tengah) saat membuka acara, didampingi Bapak Dwi Mazanova, SKM., MKes (kiri) dan Bapak Muslikhin, Camat Karimunjawa (kanan)


Berdasarkan data yang tercatat di Puskesmas Karimunjawa, pada Tahun 2003 terjadi 7 kasus penyakit hiperbarik dengan 1 orang meninggal, Tahun 2004 terjadi 7 kasus dengan 2 orang meninggal, tahun 2005 terjadi 10 kasus 3 orang meninggal dan Tahun 2006 terjadi 4 kasus 1 orang meninggal. Sedang secara kumulatif dari tahun 2007 sampai Maret 2014 terdapat 104 kasus dengan 7 orang meninggal.

Masih banyak penyelam tradisional yang biasanya kurang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan yang tidak berpedoman pada safety dive dalam menyelam baik saat mencari ikan maupun sebagai pemandu selam kata Bapak Priagung ditengah-tengah sambutannya.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian KKP Semarang terhadap masalah kesehatan matra, diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan petugas maupun masyarakat Karimunjawa terutama penyelam-penyelam tradisional meningkat sehingga baik kecelakaan, kecacatan, penyakit bahkan kematian akibat penyelaman yang tidak aman bisa diminimalisir.

Metode kegiatan ini menggunakan teknik presentasi, tanya jawab yang kemudian dilanjutkan dengan praktikum di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi:  

1. Kebijakan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik yang disampaikan oleh Bapak Dwi Mazanova, SKM., MKes dari Subdit Matra Ditjen PP dan PL Kementerian RI.

2. Penyakit dan Kecelakaan Penyelaman yang meliputi: Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan penyelaman, Barotrauma, Penyakit dekompresi, Kecelakaan dalam penyelamam yang meliputi: Gejala, Pertolongan pertama, Terapi serta pencegahan masing-masing kasus. Materi ini dibawakan oleh dr. Susan H. Manungkalit MS. SpKL dari Hyperbaric Center RSAL Dr. Mintoharjo Jakarta.

3. Teori Penyelaman yang Aman meliputi: Kondisi bawah air, Bentuk penyelaman, Risiko penyelaman, Prasyarat menjadi penyelam, Peralatan selam yang aman, Prosedur dan teknik penyelaman yang aman, dan Penanganan keadaan darurat. Materi dibawakan oleh Ir. Gatot Sampurno dari Persatuan Olahraga Senam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Tengah.

4. Praktikum menyelam yang merupakan aplikasi langsung dari teori yang telah dipaparkan hari sebelumnya, dimana praktikum menyelam dipandu oleh Ir. Gatot Sampurno yang dibantu 3 (tiga) penyelam lokal yang bersertifikat.

Peserta antusias mengikuti sesi yang dibawakan dr. Susan H. Manungkalit, MS. SpKL


Dalam pelaksanaannya, peserta sangat antusias mengikuti semua sesi yang ada dalam kegiatan. Hal tersebut, selaras dengan respon Bapak Muslikhin selaku perwakilan Camat Karimunjawa. Kami sangat apresiasi atas gagasan KKP Semarang yang telah mengadakan kegiatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik, karena kebanyakan masyarakat kami belum memahami pentingnya kesehatan penyelaman hiperbarik papar beliau. Sampai saat ini, terdapat 400 penyelam tradisional, tentunya jumlah tersebut jauh lebih kecil dari jumlah yang sesungguhnya. Hal ini mengingat Kecamatan Karimunjawa terdiri dari beberapa kepulauan, dimana ada beberapa kepulauan yang tersebar sampai ke tengah Laut Jawa, sehingga belum semuanya terdata. Tentunya kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, harapan kami, kegiatan ini akan berkelanjutan baik dari segi frekuensi pelaksanaannya maupun dari materi pengetahuannnya lanjut beliau.

Harapan ke depan, tentunya baik instansi maupun masyarakat setempat menyadari akan pentingnya kesehatan penyelaman hiperbarik, sehingga terjalin kerja sama yang harmonis untuk bersama-sama mewujudkan kegiatan penyelaman yang sehat dan aman.



Panitia foto bersama dengan Kepala KKP Sebelum praktikum dimulai



Instruktur menjelaskan cara pemakaian peralatan sesuai dengan prosedur



Peserta (penyelam tradisional) melakukan pemanasan sebelum praktik menyelam



Peserta (petugas) serius melakukan pemanasan



Peserta siap menyelam, dilengkapi alat penyelaman



Instruktur membimbing peserta saat menyelam



Pengarahan tetap dilakukan instruktur pada saat menyelam



Peserta sudah bisa menyelam dengan benar secara mandiri




*) Penulis adalah Staf Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang.














Kategori Berita

Arsip File