KKP Semarang adakan Rakon Implementasi IHR 2005

Pada hari Rabu, tanggal 23 April 2014, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Semarang mengadakan Rapat Koordinasi Implementasi IHR (International Health Regulation) 2005. Acara ini diadakan di hotel Oak Tree, Jl. Palm VI Papandayan, Gajahmungkur, Semarang. Hadir dalam acara ini Dirjen PP dan PL Kemenkes RI, Sesditjen PP dan PL, Kasubdit Karkes, beberapa Kepala KKP di Indonesia, dan Kepala maupun perwakilan instansi lintas sektor yang berkaitan dengan penerapan IHR di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Acara pertama yaitu sambutan dari Kepala KKP Semarang, Priagung Adhi Bawono, SKM, M.Med.Sc (PH), selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, Kepala KKP Semarang mengatakan bahwa perberlakuan IHR 2005 bertujuan  mencegah, melindungi dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara dengan melakukan tindakan sesuai dengan risiko kesehatan yang dihadapi tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi lalu lintas dan perdagangan internasional. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan dari semua sektor-sektor terkait terutama di Point of Entry (pintu masuk negara) untuk bersama-sama mengimplementasikan kapasitas inti dalam IHR 2005, dan Rakon ini adalah salah satu media evaluasi untuk menilai sejauh mana implementasi IHR 2005 tersebut dilaksanakan.

Acara dibuka secara resmi oleh Dirjen PP dan PL, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. Dalam sambutannya, Prof Yoga mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah berkomitmen untuk melaksanakan implementasi penuh IHR 2005. Di Asia Tenggara baru Indonesia dan Thailand yang menyatakan implementasi penuh IHR 2005. Pencapaian ini merupakan kerja bersama sejak IHR 2005 diberlakukan mulai tahun 2007, harus terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari perlindungan Indonesia dan dunia terhadap farktor risiko PHEIC (Public Health Emergency of International Concern). Setelah acara disambut dan dibuka secara resmi oleh Dirjen PP dan PL, acara selanjutnya yaitu paparan materi oleh narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Sesditjen PP dan PL, dr. H.M.Subuh, MPPM. Sebagai moderator pada sesi ini adalah Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, dr. Oenedo Gumarang, MPHM.

Dalam materinya, dr. Subuh mengatakan bahwa dalam mengimplementasikan IHR 2005, Indonesia telah melaksanakan langkah-langkah antara lain penyusunan UU Kekarantinaan Kesehatan (sebagai revisi UU No.1 dan 2 Tahun 1962), pembentukan Komnas implementasi IHR 2005 pada tahun 2011, koordinasi dan komunikasi lintas sektor dalam kesiapsiagaan menghadapi keadaan zoonotik, kimia, keamanan pangan, dan kedaruratan radiasi, pembuatan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (SKDR-KLB) sampai tingkat puskesmas (Kecamatan) dan penerapan sistem tersebut di pintu masuk negara. Sampai tahun 2013 telah tersusun Rencana Kontijensi Penanggulangan PHEIC di 35 pintu masuk negara dan telah dilakukan uji coba melalui table top exercise dan simulasi, menetapkan 14 designated Points of Entry (7 Pelabuhan laut, 6 Bandara, 1 PLBD), dan pemenuhan kapasitas di pintu masuk negara yang meliputi sarana dan prasarana, SDM serta penguatan  sistem surveilans, respon dan kesiapsiagaan. Lebih lanjut Sesditjen mengatakan bahwa dari 8 kapasitas Inti IHR 2005 (kebijakan dan legislasi, koordinasi, surveilans, respon,  kesiapsiagaan, komunikasi risiko, SDM, dan laboratorium), ditambah dengan poin kejadian bahaya potensial dan kejadian di pintu masuk negara, Indonesia mendapatkan nilai rata-rata diatas 80 %. Itu artinya seluruh kapasitas yang dipersyaratkan oleh IHR sudah diimplementasikan secara optimal oleh Pemerintah Indonesia.

Pada sesi kedua disampaikan panel materi oleh Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang (Capt. Karolus G. Sengadji, MM) dan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang (diwakili oleh M.Zunaidi). Sesi ini dimoderatori oleh Kepala Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan (PRL) KKP Semarang, H. Suprapto, SKM, M.Kes (Epid). Dalam paparan materinya, Capt. Karolus mengatakan bahwa bentuk implementasi IHR 2005 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang khususnya dari KSOP adalah dengan memberikan dukungan dalam mengoptimalkan terlaksananya IHR 2005 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, baik dukungan aspek legal, dukungan koordinasi dan komunikasi, dukungan pedoman, dukungan SDM, dukungan peralatan dan dokumen.

Sementara itu, GM.PT.Angkasa Pura I dalam materinya menyampaikan bahwa di Bandara Ahmad Yani Semarang telah melaksanakan amanat IHR 2005, antara lain dengan melaksanakan SOP bandara yang sangat memperhatikan pencegahan faktor risiko PHEIC di bandara, deteksi dini kasus-kasus kesehatan masyarakat, dan respon cepat jika terjadi KLB atau situasi darurat. Kegiatan yang dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan KKP Semarang Wilker Ahmad Yani antara lain penilaian layak terbang penumpang dan perawatan penumpang sakit, mempersiapkan thermo scan dan body clean di pintu masuk bandara, program kontrol terhadap vektor penyakit, pemeriksaan lingkungan bandara, air, makanan, limbah, dan fasilitas umum lainnya, pengangkutan penumpang sakit dan sistem rujukan, serta melaksanakan fungsi koordinasi dan komunikasi sebagaimana tertuang dalam dokumen renkon kesiapsiagaan PHEIC yang dimiliki oleh bandara Ahmad Yani Semarang.

Para peserta Rapat Koordinasi sangat antusias mengikuti acara ini, acara ditutup oleh panitia dengan simpulan bahwa dengan diadakannya acara ini diharapkan dapat menjadi motivasi semua pihak untuk meningkatkan upaya-upaya yang tertuang dalam IHR 2005 dan terus mempererat jejaring kerja, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar instansi terkait untuk bersama-sama dalam menjaga dan melindungi kesehatan negara. (Ariyanto, SKM)


Registrasi Peserta Rakon


Sambutan Kepala KKP Semarang


Sambutan dan Pembukaan Rakon Secara Resmi oleh Dirjen PP dan PL Kemenkes RI


Penyampaian Materi Oleh Sesditjen PP dan PL Kemenkes RI dengan Moderator Kepala KKP Soekarno Hatta


Penyampaian Panel Materi dari Kepala KSOP Tanjung Emas dan GM PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani dengan moderator Kepala Seksi PRL KKP Semarang


Peserta Antusias Mengikuti Materi Rakon


Foto Bersama Narasumber dengan Peserta Rakon














Kategori Berita

Arsip File