Catatan TGC KKP Semarang dalam penanganan musibah banjir di Juwana - Pati

Tim Gerak Cepat (TGC) KKP Semarang menuju Wilker Juwana pada Kamis (23/1/2014) dengan rute Semarang-Grobogan-Pati. Hal ini karena jalur utama Semarang-Pati putus di Kudus karena banjir di wilayah Demak dan Kudus. Memasuki perbatasan Kota Pati, perjalanan agak terhambat karena harus menerjang wilayah banjir di daerah Kayen. Banjir mencapai ketinggian 60 cm.

Tim sampai di Kota Pati pukul 17.00 WIB, langsung bergabung dengan Tim Wilker Juwana. Selanjutnya tim bergerak ke salah satu posko pengungsian yang menempati Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah. Disana tim diterima oleh Camat Kecamatan Juwana. Bantuan dari KKP Semarang dan seluruh pegawai yang berupa pakaian, sarung dan obat-obatan diserahkan kepada Camat dan Komandan Rayon Militer Kecamatan Juwana.

Di posko pengungsian ini juga menjadi base camp tim penanggulangan banjir Kecamatan Juwana, yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Juwana dibantu Koramil Kec. Juwana, SAR Jateng, Polair Pelabuhan Juwana dan SAR Jatim yang datang berbarengan dengan TGC KKP Semarang.

Menurut informasi Camat, seluruh wilayah Kecamatan Juwana yang terdiri dari 99 desa mengalami musibah banjir. Banjir mulai dari 30 cm sampai mencapai dada lelaki dewasa atau 120 cm. Jumlah pengungsi mencapai 750 warga, sebagian besar adalah wanita, lansia dan anak-anak. Sebagian besar laki-laki dewasa tidak bersedia mengungsi walaupun ketinggian banjir makin meningkat dibanding Hari Selasa (21/1/2014) saat awal banjir. Mereka cenderung memilih tinggal di rumah yang kebanjiran dengan alasan menjaga harta benda.

Selain menyerahkan bantuan, tim juga mengambil sampel air bersih yang dipakai oleh pengungsi. Sumber air bersih dari sumur kantor kecamatan. Hasil pemeriksaan fisik dan kimia terbatas. Hasilnya sebagai berikut :

a. Fisik   : air tidak berbau, tidak berasa dan tidak bewarna.

b. Kimia   : suhu air : 24,40C, dan TDS : 540 mg/l.

Kondisi sanitasi ruang posko pengungsi kurang baik, karena terbatasnya ruangan dan tempat sehingga banyak pengungsi yang tidur diteras terbuka. Hal ini semakin berat apabila hujan, karena udara dingin dan limpasan hujan dapat mengenai mereka.

Hari berikutnya, tim menuju Kantor Wilker Pelabuhan Juwana yang terletak di Muara Sungai Juwana yang sedang meluap. Mobil ambulance yang dipakai tim tidak bisa mencapai lokasi kantor karena ketinggian banjir mencapai lebih dari 100 cm. Perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu tradisional masyarakat nelayan setempat (dalam bahasa setempat disebut cukrik). Karena kapasitas cukrik yang hanya dapat 3 orang penumpang, dan hanya 1 cukrik yang tersedia, maka hanya dr Arqu Aminuzzab, Sri Wahyuningsih, SKM dan Ahmad Zakiyah Inkandar, AMKL yang berangkat.

Arus banjir dalam perjalanan ke kantor wilker sangat deras, sehingga harus sangat hati-hati. Kantor wilker terendam banjir sedalam 30 cm di dalam kantor, sedangkan halaman kantor sudah setingggi lebih dari 100 cm. Sehingga untuk mencapainya, sampan harus masuk halaman kantor sampai teras kantor. Barang-barang kantor telah diamankan sebelumnya oleh tim wilker ke atas meja dan bed pasien saat banjir belum meninggi, namun swing fog dan mobil kantor terendam banjir.

Dalam perjalanan meninjau kantor banyak warga yang bertahan di rumah meminta pertolongan karena sakit. Dan lokasi mereka hanya bisa ditempuh dengan sampan. Oleh karena itu, dalam perjalanan keluar kantor tim melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat dengan berbekal obat-obatan terbatas yang ada di kantor Wilker Juwana. Pengobatan gratis door to door dilakukan di rumah salah satu ketua RT setempat yang terdapat beberapa warga yang mengungsi. Disana terdapat 2 anak-anak yang sakit ISPA. Selain itu terdapat beberapa warga yang mengeluhkan diare dan hipertensi. Selanjutnya di rumah yang lain, dan masih menggunakan sampan untuk mencapainya, terdapat lansia yang menderita ISPA.

Selain itu tim menuju posko yang bertempat di Masjid Desa Bajomulyo (buffer area wilker Juwana) dengan menggunakan sampan. Disana terdapat 30 KK yang mengungsi. Sebagian besar warga pengungsi mengeluhkan menderita demam, diare, pegal-pegal dan gatal-gatal. Selain pengobatan juga dilakukan edukasi kepada pengungsi untuk tidak banyak berendam dalam air, terutama anak-anak.

Sementara itu tim yang lain, dengan memakai ambulance membantu evakuasi warga yang sakit parah dari lokasi banjir ke RSUD Pati. Sebanyak 2 pasien beserta keluarganya sempat dilarikan ke RSUD karena di beberapa posko tidak terdapat dokter yang siaga. (Tim Gerak Cepat KKP Semarang dan Tim wilker Juwana)

Penyerahan Bantuan kepada Camat Kecamatan Juwana

Pemeriksaan Sampel Air Bersih di Salah satu Posko Pengungsian

Petugas TGC menghibur salah satu keluarga pengungsi

Kondisi posko pengungsi di Kantor Kecamatan Juwana

Kondisi Kantor Wilker Juwana yang terndam banjir dilihat dari jalan pelabuhan

Kondisi ruang dalam kantor wilker yang terendam banjir

Kedalaman banjir di halaman kantor hingga sampan bisa masuk dan baru kandas di teras kantor

Pengobatan gratis di posko yang bertempat di Masjid Desa Bajomulyo Juwana, Pati

 














Kategori Berita

Arsip File