Kegiatan Kekarantinaan Kesehatan Dan Kewaspadaan Terhadap Penyebaran COVID-19 Kapal Pesiar MS. ALBATROS

Sejak ditetapkannya penyebaran 2019-nCoV (COVID-19) menjadi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada tanggal 30 Januari 2020 waktu Jenewa. Maka seluruh anggota WHO wajib melaksanakan kesiapsiagaan terhadap penyebaran 2019-nCoV. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah dengan pengawasan pintu masuk Negara dari importasi penyakit yang diketahui pertama kali berjangkit di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

KKP Kelas II Semarang sebagai UPT Kemenkes pusat yang berada Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pengawasan alat angkut, penumpang, dan barang yang berasal dari Negara Republik Rakyat Tiongkok dan/atau dari negara terjangkit/ atau negara yang terkonfirmasi kasus dengan pengoperasian thermalscanner/thermal gun dan pembagian Health Alert Card (HAC)/Kartu Kewaspadaan Kesehatan serta komunikasi risiko on-board bagi penumpang yang datang dari luar negeri baik negara terjangkit dan atau negara yang memiliki importasi penyebaran penyakit 2019-nCoV (COVID-19). Salah satunya adalah kedatangan kapal pesiar MS. Albotrus. KKP Kelas II Semarang menugakaskan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan pengawasan kesehatan crew dan atau penumpang , alat angkut dan barang untuk memastikan tidak ada factor risiko PHEIC. Kegiatan on board dilakukan di zona karantina (jarak > 2 mil dari dermaga pelabuhan).

Hasil yang Dicapai

1.Pengawasan Kapal, ABK, dan Penumpang :
Nama kapal : MS. ALBATROS
Bendera : Bahamas.
Crew : 313 orang.
Penumpang : 377 orang
Datang dari : Gilimas (NTB)
Tujuan ke : Singapore
Tanggal tiba : 11 Maret 2020.
Jam tiba : 06.40 WIB
Lokasi Sandar : Pelabuhan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah
Agen : PT. Djakarta Lloyd.

Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan dalam rangka kesiapsiagaan penyebaran penyakit COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah melalui Pelabuhan Karimunjawa dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan kapal oleh 9 orang petugas teknis KKP Kelas II Semarang terdiri dari :
a. Pengawas (Kasie PRL) : 1 orang
b. Dokter : 2 orang.
c. Perawat : 1 orang.
d. Epidemiolog : 2 orang.
e. Entomolog : 1 orang
f. Sanitarian : 2 orang.

Petugas yang naik ke atas kapal telah dilengkapi dengan APD berupa masker N95 dan handscoon adalah sebagai berikut :

a) Melaksanakan pengawasan kesehatan crew dan penumpang selama perjalanan dari Pelabuhan Gilimas ke Pelabuhan Karimun Jawa melalui komunikasi dengan agen kapal tentang ada tidaknya yang panas > 38C, sesak, batuk dan pilek.
b) Pemindaian suhu tubuh seluruh crew dan penumpang kapal dengan thermal gun satu per satu dan tidak ditemukan adanya crew dan penumpang dengan suhu > 38oC.
c) Pemeriksaan Medical log untuk memastikan tidak ada penggunaaan obat-obatan yang mengarah pada kasus PHEIC.
d) Melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan kapal berupa MDH, Sertifikat CoP (diterbitkan di Pelabuhan Komodo, NTT tanggal 5 Maret 2020), SSCC/SSCEC (berlaku sampai tgl 22 April 2020), Sertifikat P3K, dan Buku Kesehatan.
e) Melakukan pemeriksaan vektor, sanitasi kapal, dan obat-obatan kapal.

2.Kesimpulan pemeriksaan :

a. MDH Tidak ditemukan adanya faktor-faktor risiko PHEIC termasuk penyakit COVID 19
b. Hasil pindai suhu dengan thermal gun semua crew dan penumpang : suhu normal
c. Medical log tidak ada penggunaan obat-obatan yang mengarah pada kasus PHEIC termasuk COVID 19
d. Dokumen Kesehatan kapal (CoP, SSCEC, P3K, Health Book, Vaksinasi) : Valid
e. Obat-obatan kapal dinyatakan lengkap tidak ditemukan factor risiko PHEIC
f. Sanitasi kapal : tidak ditemukan vektor dan faktor risiko penyakit menular
g. HAC telah diberikan di Pelabuhan Komodo, NTT (pelabuhan pertama masuk) 5 Maret 2020
h. Seluruh crew dan penumpang kapal dinyatakan sehat serta tidak ada indikasi ke arah COVID-19.

Simpulan dan Saran

Kapal MS. Albartos dinyatakan tidak ada dari Faktor Risiko PHEIC pukul 11:00 dan diizinkan untuk melakukan aktivitas di pelabuhan Karimunjawa Jawa Tengah. Aktivitas yang dilakukan adalah kunjungan di Pulau menyawakan Kura-kura Resort selama 3 jam. Laporan di atas adalah laporan tentang kegiatan kekarantinaan pada kedatangan kapal pesiar ada riwayat perjalanan dari luar negeri (negara terjangkit : Australia) dalam 14 hari terahir.

Untuk selanjutnya berdasarkan hasil rapat Per 14 Maret 2020 pukul 19:00 Gubernur Jateng, Sekda Jateng dan Jajaran PEMDA Jateng serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang untuk sementara Jawa Tengah tidak menerima kedatangan kapal pesiar untuk antisipasi penyebaran COVID-19 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Penulis : Nur Idayanti, SKM


Q I C pemeriksaan kapal pesiar MS Albotrus


Maritime Declaration Health (MS. Albotrus)


Dokumen SSCEC MS.ALBOTRUS


Dokumen deklarasi tidak ada riwayat perjalanan dari Cina, Iran, Italia dan Korea Selatan















Kategori Berita

Arsip File