Kursus Penjamah Makanan Jasaboga Pelayanan Haji Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Tahun 2018

Sesuai amanah UU No. 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji Indonesia yang merupakan tugas nasional dan dilaksanakan oleh pemerintah secara internal kementerian. Kementerian. Kementerian kesehatan merupakan salah satu Kementerian terkait dan bertanggung jawab dalam pembinaan dan pelayanan kesehatan jamaah haji Indonesia. Tanggung jawab pelayanan ini sejak sebelum berangkat ke Arab Saudi, di perjalanan pergi/pulang, Selama di Arab Saudi dan 14 (empat belas) hari setelah kembali ke tanah air.

Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan pelayanan & perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan nyaman dan jamaah haji dapat menunaikan ibadah ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bagian dari kementerian yang terlibat dalam penyelenggaraan haji berupaya untuk melakukan tugasnya dengan mengadakan pembinaan dan pelayanan kesehatan pada jamaah haji, baik pada saat persiapan, operasional ibadah haji dan setelah penyelenggaraan ibadah haji. Upaya yang dilakukan pada saat persiapan salah satu diantaranya adalah adalah Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Asrama Haji juga pelayanan jasaboga untuk jamaah haji.

Berdasarkan Permenkes Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011, tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Jasaboga dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran, bahwa masyarakat khususnya calon jamaah haji perlu dilindungi dari makanan dan minuman yang tidak memenuhi persyaratan hygiene sanitasi makanan yang dikelola penyedia katering di asrama haji agar tidak membahayakan kesehatan., sehingga diperlukan suatu pengetahuan tentang keamanan pangan dari persiapan bahan mentah sampai dengan penyajiannya.

Berdasarkan latar belakang di ataas dan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan penjamah makanan untuk meminimalisir penyakit yang ditularkan melalui makanan/minuman, dibutuhkan suatu kursus penjamah makanan agar para penjamah makanan utamanya penjamah makanan jasaboga pelayanan haji bagi jamaah haji di asrama haji dapat menerapkan prinsip hygiene sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat saat kontak dengan makanan/minuman.

Pada tahun 2018, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang melaksanakan kegiatan kursus penjamah makanan Jasaboga Pelayanan Haji bagi katering penyedia katering jemaah haji dengan rincian peserta berjumlah 40 orang, yang berasal dari karyawan PT. Aeroprima Food Service sebagai penyedia catering pesawat jamaah haji SOC sebanyak 30 orang dan karyawan PT. Cipta Sarina Vidi sebagai penyedia catering jamaah haji yang transit di asrama haji donohudan sebanyak 10 orang.


Gb. 1 Acara pembukaan oleh MC (Sri Astuti, SKM,M.Kes) dengan peserta kursus sebanyak 40 penjamah makanan

Kursus dilaksanakan pada Rabu tanggal 4 Juli 2018,  bertempat di Kantor baru AFS, Jl. Kasuari No. 318 Panasan Baru. Adapun tujuan dari pelaksanaan kursus ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman penjamah makanan tentang peraturan perundang-undangan hygiene sanitasi makanan; bahan pencemar makanan; penyakit bawaan makanan; prinsip hygiene dan sanitasi makanan; pencucian peralatan pengolahan makanan; dasar kesehatan lingkungan; juga terakhir adalah untuk eningkatkan pengetahuan dan pemahaman penjamah makanan tentang hygiene perorangan. Paparan materi disampaikan oleh para narasumber yang berasal dari staf Seksi PRL, Seksi PKSE dan Seksi UKLW juga dari wilker bandara adisoemarmo Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang.

Para peserta kursus sebelum kegiatan paparan materi kursus dimulai terlebih dahulu dilakukan pre test dengan hasil skor nilai terendah yang dicapai sebesar 40 dan nilai tertinggi nya 80, nilai tersebut meningkat setelat peserta menerima materi dari narasumber dengan nilai tertinggi 90 dan rata-rata nilai perserta 64.


Gb. 2 Peserta kursus antusias mengikuti pelaksanaan kursus dengan seksama, baik pre test, paparan materi juga post test.

 Seluruh peserta yang mengkuti kursus mendapatkan sertifikat yang diterbitkan oleh KKP Semarang setelah para peserta melengkapi persyaratan penerbitan sertifikat yang antara lain berupa pas photo 4x6, fotokopi KTP serta surat keterangan sehat dari dokter setempat.(Sri Astuti).

Gb. 3 Foto bersama oleh semua peserta kursus dengan para narasumber setelah acara berakhir  


Penulis : Sri Astuti, SKM, M.Kes














Kategori Berita

Arsip File