Gambaran Umum Distribusi Calon Jamaah Umroh dengan Status Vaksinasi Meningitis di Wilayah Kerja Pelabuhan Tegal bulan Januari s.d Maret 2018

Salah satu penyakit yang masih menjadi ancaman bagi jamaah umroh atau haji pada masa sekarang dan masa yang akan datang adalah Meningitis Meningokokus. Untuk itu setiap orang yang akan melakukan perjalanan internasional dari dan ke negara terjangkit atau endemis penyakit menular tertentu atau atas permintaan negara tujuan wajib diberikan vaksinasi tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Peraturan Menteri Kesehatan nomor 58 tahun 2013).

KKP Semarang wilayah kerja pelabuhan Tegal merupakan salah satu tempat pelayanan kegiatan vaksinasi meningitis yang melaksanakan tugas sesuai dengan Tupoksi KKP, sekaligus melakukan kegiatan Surveilans Epidemiologi penyakit menular Meningitis yang berpotensi  wabah dengan tujuan pencegahan dan pemberantasan penyakit ini kepada calon jamaah umroh atau haji yang akan melakukan perjalanan ke negara - negara endemis meningitis.

Berikut adalah gambaran umum distribusi calon jamaah Umroh dengan status vaksin meningitis di Wilayah Kerja Pelabuhan Tegal berdasarkan jenis kelamin, waktu keberangkatan, dan umur sebagai berikut:

1.   Distribusi Calon Jamaah berdasarkan Jenis Kelamin

Dibagi menjadi 2 kategori yaitu laki-laki dan perempuan, distribusinya dapat dilihat pada grafik I sebagai berikut:


Dari grafik I diatas dapat terlihat bahwa jumlah calon Jamaah Umroh yang divaksinasi pada bulan Januari tertinggi adalah perempuan berjumlah 495 (59%), Februari tertinggi adalah perempuan berjumlah 452 (71%), dan Maret tertinggi adalah laki-laki berjumlah 319 (52%).

2.   Distribusi Calon Jamaah berdasarkan waktu keberangkatan

Dibagi menjadi 2 kategori yaitu lebih dari 14 hari sebelum waktu keberangkatan dan kurang dari 14 hari sebelum waktu keberangkatan, distribusinya dapat dilihat pada grafik II sebagai berikut:



Dari grafik II diatas dapat terlihat bahwa dari bulan Januari sampai Maret waktu keberangkatan jamaah paling tinggi adalah lebih dari 14 hari sebelum waktu keberangkatan yaitu Januari 791 jamaah (94,9%), Februari 578 jamaah (90,8%), dan Maret 552 jamaah (89,4%).

3.   Distribusi Calon Jamaah berdasarkan Umur

Dibagi menjadi 4 kategori menurut Depkes RI (2009) yaitu 0-5 (balita), 5-16 (anak dan remaja awal), 17-45 (remaja akhir dan dewasa), 46 th keatas (lansia awal dan manula), distribusinya dapat dilihat pada grafik III sebagai berikut:



Dari Grafik III diatas dapat terlihat bahwa calon jamaah umroh yang akan berangkat paling tinggi adalah berusia 46 tahun keatas yaitu Januari berjumlah 586 (71%), Februari berjumlah 422 (66,3%), dan Maret berjumlah 404 (65,3%).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa calon Jamaah umroh wilayah Kerja Pelabuhan Tegal dari bulan Januari, Februari, dan Maret berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, berdasarkan waktu keberangkatan terbanyak adalah lebih dari 14 hari sebelum waktu keberangkatan, dan berdasarkan umur yang paling tinggi adalah berusia 46 tahun keatas dimana pada usia ini merupakan kategori yang memiliki faktor resiko tinggi terhadap suatu penyakit. Dengan adanya data tersebut di atas maka perlu ditingkatkan lagi sosialisasi kepada jemaah melalui biro umroh tentang pentingnya vaksinasi untuk menghindari keterlambatan dalam melakukan vaksinasi. Hal ini dikarenakan vaksin meningitis akan melindungi tubuh secara optimal dalam waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan. Selain itu karena banyak jemaah umroh yang berusia lanjut, perlu diberikan informasi atau penyuluhan kesehatan singkat pada waktu vaksinasi, terutama tentang cara menjaga kebugaran tubuh serta upaya pencegahan penyakit selama di perjalanan maupun di tanah suci.

  Penulis : Retno Puji Rahayu, SKM 















Kategori Berita

Arsip File