Mengenal penyakit virus ebola

Penyakit virus Ebola adalah salah satu dari banyak penyakit demam berdarah virus yang disebabkan oleh virus Ebola. Penyakit virus Ebola juga dikenal dengan istilah Ebola hemorrhagic fever (EHF) atau demam berdarah Ebola. Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di Sudan dan di wilayah yang berdekatan dengan Zaire (saat itu dikenal sebagai Republik Congo) pada tahun 1976, setelah terjadi epidemi di Yambuku, daerah Utara Republik Congo dan Nzara, daerah Selatan Sudan. Negara-negara di benua Afrika yang terkena wabah Ebola mempunyai sistem kesehatan yang sangat lemah, kekurangan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang tidak memadai.1 Penyakit virus Ebola (sebelumnya dikenal sebagai Demam Berdarah Ebola) adalah demam berdarah viral berat yang seringkali fatal dengan angka kematian mencapai 90%.2,3

Terdapat 6 negara di Afrika Barat yang melaporkan adanya kasus infeksi penyakit virus Ebola pada manusia, antara lain Liberia, Guinea, Sierra Leone, Nigeria, Senegal dan Mali dengan jumlah kasus 18196, 6589 kematian, dengan total kematian/ total kasus 36,21% (data WHO 10 Desember 2014). Selain di Afrika Barat juga terdapat kasus di Republik Demokrasi Kongo, Amerika Serikat, dan Spanyol.2

Belum lama ini terjadi wabah penyakit virus Ebola di Republik Demokratik Kongo sejak 10 Mei 2018. Sampai pada tanggal 28 Juni 2018 tercatat 55 kasus yang terdiri dari 38 kasus konfirmasi, 15 probable, dan 2 suspek, dengan jumlah kematian sebanyak 29 kasus.4

A.   Bagaimana Anda terjangkit penyakit virus Ebola?

Virus Ebola terjangkit pada manusia melalui kontak langsung dengan darah atau sekresi, atau organ dan cairan tubuh lainnya dari binatang yang positif terinfeksi virus Ebola. Sekali manusia terpajan dengan binatang yang terinfeksi virus Ebola, maka penyakit ini dapat terjangkit antar manusia pada komunitas tersebut. Infeksi yang timbul adalah akibat kontak langsung melalui luka atau selaput lendir dengan darah, cairan tubuh atau sekresi (feses, urine, air ludah, cairan semen) dari orang yang positif terinfeksi penyakit virus Ebola.2,3

Virus penyebab penyakit Ebola seringkali ditularkan dan tersebar melalui keluarga atau kerabat yang merawat keluarganya yang sakit atau mereka yang menangani mayat keluarganya yang meninggal karena penyakit virus Ebola. Selain itu, penyakit virus Ebola dapat menular melalui paparan benda (seperti jarum) yang telah terkontaminasi dengan sekresi yang terinfeksi.2,3

B.   Apa saja tanda dan gejala penyakit virus Ebola?

Tanda dan gejala yang tipikal adalah: panas tinggi, sangat lemah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala dan nyeri tenggorokan, muntah, diare, ruam atau bintik merah pada kulit, mengalami gagal ginjal dan fungsi hati. Pada beberapa kasus, mengalami perdarahan internal dan eksternal. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan jumlah darah putih yang rendah, jumlah trombosit menurun dan enzim hati yang meningkat.2,3

Masa inkubasi atau masa antara infeksi dan timbulnya gejala penyakit virus Ebola adalah 2-21 hari,2,3 umumnya antara 5-10 hari.1 Pasien akan mudah menularkan penyakit virus Ebola saat timbul tanda dan gejala penyakit. Penyakit virus Ebola tidak menular selama masa inkubasi.3

C.   Bagaimana cara mendiagnosis penyakit virus Ebola?

Penyakit lain yang biasanya terdeteksi sebelum seorang penderita didiagnosis penyakit virus Ebola antara lain: malaria, demam tifoid, shigellosis, kolera, leptospirosis, pes, ricketsiosis, meningitis, hepatitis dan demam berdarah virus lainnya.

lnfeksi virus Ebola dapat didiagnosls di laboratorium melalui beberapa jenis tes antara lain:1,3

1. Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)

2. Tes deteksi antigen

3. Uji serum netralisasi

4. Reverse transcriptase polymerase chain reaction (RTPCR) assay

5. lsolasi virus dengan kultur sel.

D.   Bagaimana pengobatan terhadap penderita?

Pengobatan standar untuk penyakit virus Ebola masih terbatas pada terapi suportif, antara lain:

1. Menyeimbangkan cairan tubuh dan elektrolit pasien

2. Mempertahankan status oksigen dan tekanan darah

3. Memberikan pengobatan untuk setlap kompfikasi infeksl yang terjadi

Penderita penyakit virus Ebola berat membutuhkan perawatan intensif. Saat ini belum ada obat untuk penyakit virus Ebola. Beberapa pasien sembuh dengan penanganan dan perawatan medis yang tepat. Untuk membantu mengendalikan penyebaran infeksi penyakit virus Ebola, pasien terduga atau terkonfirmasi virus Ebola perlu dirawat di ruang isolasi dan fasilitas kesehatan wajib menerapkan tindakan pengendalian infeksi ketat.

E.   Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit virus Ebola?

Belum ada vaksin terdaftar yang dapat mencegah penyakit virus Ebola. Vaksin Ebola bernama rVSVZEBOV, terbukti dapat melindungi dari serangan virus mematikan dalam percobaan besar yang dipimping oleh WHO di Guinea pada tahun 2015.3 Untuk mencegah infeksi virus, penting adanya bagi orangorang yang berpergian untuk memperhatikan halhal berikut:

1. Perhatikan higienitas pribadi dan lingkungan, selalu ingat untuk memakai sabun cair atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

2. Hindari kontak langsung dengan pasien yang menderita demam atau sedang sakit, dan hindari kontak dengan darah atau carian tubuh pasien, termasuk bendabenda yang mungkin telah tercemar oleh darah atau carian tubuh penderita penyakit.

3. Hindari kontak dengan hewan penular

4. Masak makanan hingga matang benar sebelum konsumsi

F.Upaya apa saja yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit virus Ebola?

1.   Dinas Kesehatan Provinsi5

a. Melakukan deteksi dini kasus penyakit virus Ebola di fasyankes (RS, puskesmas, klinik kesehatan) dengan cara mencermati setiap pasien yang datang dengan tanda/gejala sesuai sindrom demam berdarah akut dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit dalam masa 21 hari sebelum timbul tanda/gejala.

b. Bila menemukan pasien seperti di atas, agar segera dirujuk ke RS rujukan dan dirawat di ruang isolasi.

c. Melakukan semua upaya kewaspadaan, deteksi, dan respon sesuai Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit Virus Ebola Edisi tahun 2017.

d. Memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi tentang penyakit virus Ebola kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke daerah terjangkit (bahan media KIE terlampir dan dapat dilihat di www.infopenyakit.org) . Segera melaporkan pasien suspek penyakit virus Ebola kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operations Centre (PHEOC) Telp. (021) 4257125 atau 0812 1924 1850, WA 0878 0678 3906, email poskoklb@yahoo.com.

2.   Kantor Kesehatan Pelabuhan5

a. Meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan dokumen kesehatan dari daerah/negara terjangkit penyakit virus Ebola

b. Meningkatkan pengawasan terhadap alat angkut, barang bawaan, dan lingkungan pelabuhan, dan bandara.

c. Melakukan deteksi dini kasus penyakit virus Ebola dengan cara mencermati setiap pasien yang datang dengan tanda/gejala sesuai sindrom demam berdarah akut dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit dalam masa 21 hari sebelum timbul tanda/gejala.

d. Bila menemukan pasien seperti di atas, agar segera dirujuk ke RS rujukan dan dirawat di ruang isolasi.

e. Melakukan semua upaya kewaspadaan deteksi, dan respon sesuai Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit Virus Ebola Edisi tahun 2017.

f. Memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi tentang penyakit virus Ebola kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke daerah terjangkit (bahan media KlE dapat dilihat di www.infopenyakit.org).

g. Segera melaporkan bila ada kasus suspek penyakit virus Ebola kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operations Centre (PHEOC) Telp. (021) 4257125 atau 081219241850, WA 087806783906, email poskoklb@yahoo.com.

G.   Referensi

1. Jayanegara, AP. Ebola Virus Disease. Masalah Diagnosis dan Tatalaksana. CDK, 2016;43:8;572-75.

2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Ebola. Jakarta. Kemenkes RI. 2015.

3. World Health Organization. Ebola Virus Disease. Diakses 1 Juli 2018. Available from: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ebola-virus-disease.

4. World Health Organization. Ebola situation reports: Democratic Republic of the Congo. Diakses 1 Juli 2018. Available from: http://www.who.int/ebola/situation-reports/drc-2018/en/.

5. Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI No. HK.02.02/II/1206/2018 tentang Kewaspadaan terhadap Demam Lassa dan Penyakit Virus Ebola. Tanggal 28 Mei 2018.


Penulis : Imam Abrori, SKM, MPH














Kategori Berita

Arsip File