Menyambut Hari Kesehatan Dunia

Pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan Majelis Kesehatan Dunia Pertama. Majelis ini memutuskan merayakan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya mulai 1950. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya. Hari Kesehatan Sedunia akan dirayakan besok tanggal 7 April, WHO menyoroti tantangan dan peluang yang terkait dengan keamanan pangan dengan tema Dari Pertanian/Peternakan ke Piring, Membuat Makanan yang Aman.

Direktur Jenderal WHO Dr. Margaret Chan mengatakan, Produk industri pangan, perdagangan dan distribusi telah mengglobal. Perubahan ini memberi peluang baru menjadikan makanan terkontaminasi dengan bakteri berbahaya, virus, parasit maupun bahan kimia.

Ia menambahkan, Masalah keamanan pangan lokal dengan cepat dapat menajdi masalah darurat internasional. Investigasi wabah penyakit yang disebabkan makanan yang jauh lebih sulit ketika makanan yang disajikan dalam piring maupun paket makanan yang berisi bahan dari berbagai negara,

Makanan yang tidak aman dapat mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau bahan kimia, dan menyebabkan lebih dari 200 penyakit-mualai dari diare hingga kanker. Contoh makanan yang tidak aman termasuk makanan matang yang berasal dari hewan, buah-buahan dan sayuran yang terkontaminasi dengan kotoran, dan kerang yang mengandung biotoxins laut.

Hari ini, WHO menyajikan temuan awal dari analisis berkelanjutan yang lebih luas dari beban global akibat penyakit bawaan dari makanan. Hasil lengkap penelitian ini yang dilakukan oleh penyakit yang disebabkan oleh bawaan makanan Burden Epidemiologi Reference group WHO (Ferg), diharapkan akan dirilis pada Oktober 2015.

Beberapa hasil penting yang terkait dengan infeksi enterik yang disebabkan oleh virus, bakteri dan protozoa yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Angka-angka awal Ferg, dari tahun 2010, menunjukkan bahwa :

1. Diperkirakan ada 582.000.000 kasus dari 22 penyakit enterik akibat bawaan makanan yang berbeda dan 351.000 diantaranya terkait dengan kematian  ;

2.  Agen penyakit enterik penyebab kematian adalah Salmonella Typhi (52.000 kematian), enteropathogenic E.Coli (37.000) dan Norovirus (35.000) 

3.  Wilayah Afrika tercatat sebagai negara dengan kasus tertinggi penyakit enterik akibat bawaan makanan, diikuti oleh Asia Tenggara

4.  Lebih dari 40% orang yang menderita penyakit enterik yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi adalah anak-anak berusia dibawah 5 tahun 

Dirjen PP dan PL Kemenkes RI, Dr. M. Subuh, MPPM, menyampaikan dalam sambutan di acara puncak HKS , yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, bahwa tema tersebut, sesuai dengan kondisi di Indonesia yang masih memerlukan kekuatan untuk melindungi keamanan dan ketahanan pangan.

"Bisa kita lihat pada 2014 saja hampir ditemukan 200 kejadian luar biasa akibat keracunan pangan. Oleh karena itu, ini bisa menjadi program yang baik untuk mengingatkan dan menguatkan kembali empat aspek keamanan pangan, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pembuatan, distribusi, dan penyajiaannya," jelasnya, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (7/4/2015).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), mengatakan bahwa tema nasional HKS kali ini salah satunya karena, masih banyaknya kasus malnutrisi akibat belum optimalnya pemenuhan dan sosialisasi gizi sehat dan seimbang yang turut menimbulkan keprihatinan global.

"Bisa kita lihat kasus stunting masih sangat tinggi yaitu mencapai 37,2 persen, anak dengan kekurangan gizi mencapai 19 persen, sementara angka obesitas juga mulai meningkat hingga 11 persen. Melihat kondisi tersebut, tema HKS tahun ini tepat, baik untuk negara berkembang seperti Indonesia maupun negara maju," paparnya

KKP Kelas II Semarang sebagai UPT Ditjen PP&PL Kemenkes RI, juga berpartisipasi aktif menyambut Hari Kesehatan Dunia 2015 dengan mengadakan Pelatihan Kader Kesehatan Pelabuhan, yang dieselenggarakan tanggal 7 April 2015, dengan Tema Peran Aktif Kader Kesehatan Pelabuhan Dalam Rangka Pengendalian Risiko Lingkungan. Peserta pelatihan sebanyak 35 kader dilingkungan pelabuhan, dengan rincian 30 kader dari lingkungan pelabuhan laut dan 5 kader dari lingkungan pelabuhan udara.

Kepala KKP Kelas II Semarang Priagung Adhi Bawono, SKM.M.Med. Sc (PH), dalam sambutannya mengajak kerjasama para Kader membangun kesehatan mulai dari masalah-masalah yang paling kecil di sekitar kita, memperhatikan kebersihan lingkungan rumah kita, keberadaan jentik, keberadaan sampah dan lain-lain, disamping faktor-faktor risiko lainnya.

Sumber :

http://lifestyle.okezone.com/read/2015/04/07/481/1130232/hari-kesehatan-dunia-ini-harapan-menkes-nila

http://dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detil_berita/687-tahukah-anda-kapan-hari-kesehatan-dunia

http://dinkesriau.net/berita-536-keamanan-makanan-global-tema-peringatan-hari-kesehatan-sedunia-tahun-2015-.html

 















Kategori Berita

Arsip File