Sosialisasi pengendalian Hipertensi di Bapelkes

Pemantauan secara global dalam 10 tahun terakhir menunjukan terjadinya pergeseran epidemiologi  penyakit  dari  penyakit  menular menjadi  penyakit  tidak menular  termauk  di  Indonesia.  Perubahan  pola  penyakit  tersebut  sangat dipengaruhi oleh keadaan geografi, sosial ekonomi, dan budaya. Penyakit tidak menular  yang  mengalami  peningkatan  diantaranya  adalah  penyakit kardiovaskuler.  Penyakit  ini  menjadi  penyebab  nomor  satu  kematian  di  dunia setiap  tahunnya.  Pada  tahun  2008  diperkirakan  sebanyak  17,3  juta  kematian disebabkan  oleh  penyakit  kardiovaskuler.  Lebih  dari  3  juta  kematian  tersebut terjadi  sebelum usia  60  tahun.  Terjadinya kematian  dini  yang disebabkan oleh penyakit jantung berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42%terjadi di negara berpenghasilan rendah. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung  pembuluh  darah,  terutama  penyakit  jantung  koroner  dan  stroke diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030. Salah satu faktor risiko utama dari penyakit kardiovaskuler adalah hipertensi yang telah terbukti positif dan progresif terkait dengan risiko stroke dan penyakit jantungkoroner.

Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia WHO tahun 2011 ada satu milyar orang di dunia menderita hipertensi dan dua per-tiga diantaranya berada di negara berkembang  yang  berpenghasilan  rendah-sedang.  Bila  tidak  dilakukan  upaya yang  tepat  jumlah  ini  akan  terus  meningkat,  dan  diprediksi  pada  tahun  2025 sebanyak  29%  atau  1,6  miliar  orang  di  seluruh  dunia  menderita  hipertensi, sedangkan  di  Indonesia  angka  kejadian  hipertensi  cukup  tinggi.  Menurut  data RISKESDAS KEMENKES RI,  angka kejadian  hipertensi  pada 5  tahun terakhirsebanyak 31.7%. Sementara kasus hipertensi  yang belum berhasil  terdiagnosa juga masih sangat tinggi yakni 76%.

Tujuan Sosialisasi ini adalah :

1.  Sosialisasi dan desiminasi informasi tentang penyakit hipertensi ;

2.  Dalam  rangka  mencegah  meningkatknya  kasus  PTM  khususnya  penyakithipertensi

3.  Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan yang mendukung tupoksi KKP

Peserta  sosialisasi terdiri  dari  stake  holder  terkait  di  pelabuhan/bandara, pengguna, penyelenggara  pelabuhan/bandara dan  instansi  lintas  sektor  dengan nara sumber :

1.  Dinkes Prov. Jateng, pengelola Posbindu yaitu Ibu Elly

2.  dr. M. Yusuf Suseso, SpJP dari RSU Telogorejo Semarang

3.  dr. Migunani Utami, SpKP dari KKP Kelas II Semarang

Sedangkan  proses  pertemuan  ini  terdiri  dari  arahan,  presentasi/paparan yangdilanjutkan tanya jawab.(badarsoc)


Dari kiri Ketua Panitia Bapak Badar Kirwono, SKM.M.Kes, Kepala KKP Kelas II Semarang BapakPriagung Adhi Bawono, SKM.M.Med.Sc(PH), AKBP Endang Pol Air dan Ksie PRL Bapak Juanda



Kepala KKP Kelas II Semarang Sedang Memberikan Arahan sekaligus Membuka Acara Sosialisasi Pengendalian Hipertensi

 


Peserta Sosialisasi Dengan Serius Mengikuti Materi Yang Disampaikan Ibu Elly Dari Dinkes Prov. Jateng














Kategori Berita

Arsip File