Refreshing Surveilans

Sebagai refresh teman-teman seperjuangan di Kantor Kesehatan Pelabuhan, berikut beberapa pengertian Surveilans menurut beberapa sumber. Surveilans penting kita pahami, khususnya terkait (elaborasi) dengan teori simpul Ahmadi. Juga, surveilans menjadi vital juga karena pijakan pola fikir kita sejauh menyangkut konsep dasar Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL).

Menurut WHO :
Surveilans adalah : Pengumpulan, pengolahan, analisis data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, serta desiminasi informasi tepat waktu kepada pihak pihak yang perlu mengetahui sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.(Last, 2001 dalam Bhisma Murti, 2003 )

Menurut Centers for Disease Control (CDC), 1996.
Surveilans adalah : Pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat, dipadukan dengan desiminasi data secara tepat waktu kepada pihak pihak yang perlu mengetahuinya.

Berdasarkan Permenkes 356/2008 tentang SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) KKP, telah diperbaharui dengan Permenkes 2348/2011, di negara Indonesia yang kita cintai ini mempunyai 49 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang terdiri 7 KKP Kelas I, 21 KKP Kelas II, 20 KKP Kelas III,dan 1 (satu) KKP Kelas IV. Salah satu tugasnya melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Dengan memperhatikan pengertian Surveilans dan salah satu tugas pokok KKP berdasarkan Permenkes di atas, kegiatan Surveilans penyakit di Point of Entry jelaslah sangat penting. Karena data dari kegiatan Surveilans di Point of Entry yang dilakukan sangat bermanfaat dan berguna sebagai pedoman dalam melakukan tindakan segera untuk kasus-kasus penting kesehatan masyarakat, mengukur beban suatu penyakit atau terkait dengan kesehatan lainnya, termasuk identifikasi populasi resiko tinggi, memonitor kecenderungan beban suatu penyakit atau terkait dengan kesehatan lainnya, termasuk mendeteksi terjadinya outbreak dan pandemik, sebagai pedoman dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program, mengevaluasi kebijakan-kebijakan publik, memprioritaskan alokasi sumber daya kesehatan, dan menyediakan suatu dasar untuk penelitian epidemiologi lebih lanjut.

Kembali ke pengertian apa itu Surveilans?... Surveilans adalah proses pengumpulan data kesehatan yang mencakup tidak saja pengumpulan informasi secara sistematik, tetapi juga melibatkan analisis, interpretasi, penyebaran, dan penggunaan informasi kesehatan. Hasil surveilans dan pengumpulan serta analisis data digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang status kesehatan populasi guna merencanakan, menerapkan, mendeskripsikan, dan mengevaluasi program kesehatan masyarakat untuk mengendalikan dan mencegah kejadian yang merugikan kesehatan. Dengan demikian, agar data dapat berguna, data harus akurat, tepat waktu, dan tersedia dalam bentuk yang dapat digunakan.

SE Ditjen PP&PL kemenkes RI No. TU.05.01/D.1/III.3/243/2015 tanggal 9 Maret 2015 tentang peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap MERS-CoV, butir ke dua Meningkatkan surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat terhadap jamaah umroh atau orang yang pulang dari Arab Saudi dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas dalam waktu 14 hari setelah kembali dari Arab Saudi, dalam SE tersebut juga disebutkan bahwa periode tanggal 16-19 Februari 2015, kasus MER CoV di Arab Saudi mulai merebak lagi, yaitu dilaporkan 13 kasus. Berdasarkan data WHO jumlah kasus sampai minggu ke -8 tahun 2015 yaitu 986 kasus, 360 kematian (CFR 36,62%).

Kantor Kesehatan Pelabuhan, mempunyai peranan yang penting dalam menjaga masuk dan keluarnya Mer CoV termasuk penyakit menular maupun penyakit potensi wabah lainnya, dengan menjalankan Surveilans secara aktif di Point of Entry, daerah perimater dan buffer. Bukan hanya sekedar mengumpulkan data saja, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan data, analisis data dan deseminasi data, agar data bisa sebagai informasi dan sebagai dasar penyusunan program pengendalian dan pencegahan penyakit di wilayah kerja pelabuhan/bandara.

Semoga tulisan ini dapat merefresh kembali ingatan kita Akan Pentingnya Surveilans di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan khusunya di Point of Entry. (badarsoc)
















Kategori Berita

Arsip File